BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Desa Anggoli Ajukan Surat ke Presiden Prabowo, Bela PT TBS dari Dugaan Penyebab Banjir Tapanuli

Raman Krisna - Rabu, 14 Januari 2026 10:31 WIB
Desa Anggoli Ajukan Surat ke Presiden Prabowo, Bela PT TBS dari Dugaan Penyebab Banjir Tapanuli
Akses jalan sebelum dibangun jembatan bailey di Perbatasan Tapsel - Tapteng tepatnya di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPTENG– Kepala Desa Anggoli, Oloan Pasaribu, melayangkan surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dugaan PT Tri Bahtera Srikandi (TBS) sebagai pemicu banjir bandang dan tanah longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng).

Surat tersebut juga ditandatangani Ketua BPD dan sejumlah tokoh masyarakat.

Surat itu muncul menyusul pernyataan aparat penegak hukum yang menuding perusahaan menjadi penyebab utama bencana.

Baca Juga:

Oloan menegaskan, aktivitas PT TBS berada di wilayah mata air yang mengalir ke Aek Nahombar, kemudian bermuara ke Sungai Muara Sibuntuon.

"Alur sungainya berkelok dan sempit. Mustahil sisa kayu dari lahan PT TBS bisa hanyut hingga ke jembatan Aek Garoga, yang jaraknya cukup jauh," kata Oloan, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, titik-titik longsor di sekitar desa berada di lahan milik warga, bukan di area konsesi perusahaan.

Ia menambahkan, wilayah PT TBS merupakan Area Peruntukan Lain (APL), bukan kawasan hutan lindung, dan telah lama digarap warga dengan tanaman produktif seperti karet, durian, aren, dan sawit.

"Banyak lahan warga yang tidak diganti rugi karena masih dikelola sendiri. Jadi, tudingan penggundulan hutan masif tidak benar," ujarnya.

Selain itu, Oloan menekankan dampak positif PT TBS terhadap ekonomi lokal. Kehadiran perusahaan disebut membantu pembangunan Kebun Plasma dan menyerap tenaga kerja warga setempat.

Dalam suratnya, Desa Anggoli memohon Presiden meninjau ulang proses hukum terhadap perusahaan tersebut.

Aksi pembelaan warga ini mendapat dukungan dari sejumlah akademisi dan peneliti IPB yang melakukan kajian komprehensif terhadap faktor penyebab bencana di wilayah Tapanuli.*


Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemulihan Pascabanjir Bandang di Tapteng, Bupati Masinton Pastikan Sawah Produktif Kembali Normal
Pemkab Tapteng Sosialisasikan Larangan Pembukaan Lahan Sawit di Kawasan Hutan
Sumut Siapkan Rp 430 Miliar untuk Rehabilitasi Pascabencana, Bupati Tapteng Pastikan Tepat Sasaran dan Masyarakat Terlayani
Sekolah Rakyat, Laskar Air Mata Para Pemuja Tuhan
Heroik! Sosok Sertu Alfikri, Babinsa Tolang Julu Selamatkan Ratusan Warga dari Banjir Bandang di Tengah Gelapnya Malam
Status Waspada: Marapi Kembali Erupsi, Masyarakat Lereng Gunung Dihimbau Tingkatkan Kewaspadaan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru