BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

Prabowo di WEF 2026 Swiss, Akui Masih Banyak Rakyat Indonesia Tinggal di Gubuk dan Makan Nasi Garam

Abyadi Siregar - Jumat, 23 Januari 2026 19:48 WIB
Prabowo di WEF 2026 Swiss, Akui Masih Banyak Rakyat Indonesia Tinggal di Gubuk dan Makan Nasi Garam
Presiden RI, Prabowo Subianto saat menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Kamis (22/1/2026). (foto: presidenrepublikindonesia/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SWISS – Presiden RI, Prabowo Subianto, mengakui bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang hidup sangat sederhana, bahkan "makan nasi dengan garam", namun tetap tersenyum dan bahagia.

Pernyataan ini disampaikan saat Prabowo menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Kamis (22/1/2026).

"Banyak rakyat saya tinggal di gubuk, tidak punya air bersih atau kamar mandi, tapi mereka tetap tersenyum dan punya harapan," kata Prabowo, mengomentari survei internasional yang menempatkan Indonesia sebagai negara paling bahagia di dunia.

Baca Juga:

Survei yang digelar Gallup Poll dan Universitas Harvard pada 2025 ini meneliti lebih dari 200 ribu responden di 22 negara, mencakup 64 persen populasi global.

Hasilnya menunjukkan masyarakat Indonesia berada di peringkat pertama dalam kategori kesejahteraan berkembang, yang tidak hanya menilai ekonomi, tetapi juga kesehatan fisik dan mental, makna hidup, karakter, serta hubungan sosial yang kuat.

"Ini mengharukan bagi saya karena sebagian besar rakyat kita masih hidup sederhana dan belum sejahtera. Namun, mereka tetap mengatakan bahwa mereka bahagia. Fenomena ini membingungkan bangsa lain," tambah Prabowo.

Hasil survei menyoroti kekuatan hubungan sosial dan keterlibatan komunitas masyarakat Indonesia, yang menjadi faktor utama kebahagiaan dibandingkan kekayaan materi.

Indonesia menempati peringkat teratas, meninggalkan Amerika Serikat di posisi ke-12 dan Jepang di posisi terakhir.

Negara lain dengan peringkat tinggi termasuk Israel, Filipina, Meksiko, dan Polandia.

Salah satu peneliti, Brendan Case, menekankan bahwa temuan ini menunjukkan pembangunan global sebaiknya tidak hanya fokus pada ekonomi, tetapi juga keseimbangan antara pertumbuhan dan nilai-nilai kemanusiaan, seperti tujuan hidup, hubungan antarindividu, dan kebajikan.

Menurut Prabowo, hasil survei ini menegaskan bahwa kebahagiaan rakyat Indonesia bukan hanya tentang materi, tetapi juga kekuatan sosial dan harapan yang tetap hidup meski dalam keterbatasan.*


Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Trump Umumkan Proyek “New Gaza”, Targetkan Kota Pasca-Perang Jadi Pusat Investasi dan Hunian Modern
Bareskrim Bongkar Modus Proyek Fiktif PT Dana Syariah, 15.000 Lender Rugi Rp 2,4 Triliun
Presiden Prabowo Bertemu Zidane dan Presiden FIFA di WEF 2026, Bahas Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Malaysia Klarifikasi Tiga Desa Nunukan Masuk Wilayahnya, Hasil Kesepakatan OBP Sejak Kunjungan Jokowi 2023
Spanyol Tolak Bergabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Tidak Melibatkan Palestina?
PPATK Sebut Dana Triliunan Rupiah “Nyangkut”, Bareskrim Geledah Kantor PT Dana Syariah Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru