JAKARTA — Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menilai World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos-Klosters, Swiss, membawa sejumlah kabar baik di tengah situasi geopolitik global yang masih bergejolak.
Forum yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 itu mengusung tema A Spirit of Dialogue dan menjadi ruang pertemuan para pemimpin dunia untuk meredam eskalasi konflik internasional.
Menurut SBY, WEF 2026 memberikan harapan bahwa dunia tidak sedang melaju ke arah yang semakin berbahaya.
Pernyataan ini disampaikan hanya beberapa hari setelah ia mengungkapkan kekhawatiran akan potensi krisis global, bahkan kemungkinan terjadinya Perang Dunia III, akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
"Setelah saya ikuti, saya harus mengatakan ada sejumlah hal yang menurut saya memberikan harapan. So, a good news from Davos," kata SBY dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Sabtu, 24 Januari 2026.
SBY memetakan sedikitnya lima perkembangan yang ia nilai positif dari perhelatan WEF 2026.
Pertama, melunaknya sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait isu Greenland.
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan mengenakan tarif tinggi terhadap sejumlah negara Eropa jika AS tidak diberi ruang untuk menguasai wilayah otonom Denmark tersebut.
Namun, pasca-pertemuan di Davos, Trump menyampaikan adanya kerangka kesepakatan masa depan mengenai Greenland bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
SBY menilai perubahan sikap ini sebagai bentuk deeskalasi yang membuka jalan diplomasi.
"Krisis Greenland yang sempat menimbulkan kekhawatiran besar kini terbuka untuk dibicarakan secara damai," ujar SBY.