Meski hanya berada di peringkat ke-15 versi penilaian para ahli, Sugiono menempati peringkat keempat dalam penilaian masyarakat umum.
Hasil serupa ditunjukkan oleh Indonesia Political Opinion (IPO). Dalam survei IPO periode Oktober 2025, Sugiono berada di posisi tiga besar menteri berkinerja terbaik.
Sebanyak 70,5 persen responden menilai dirinya cocok menduduki jabatan Menteri Luar Negeri.
Angka ini menempatkan Sugiono di peringkat keempat dalam kategori kesesuaian jabatan.
Berbeda dengan dua survei tersebut, Indikator Politik Indonesia tidak memasukkan Sugiono ke dalam daftar 10 besar menteri berkinerja terbaik maupun paling dikenal publik.
Namun, survei Indikator juga menunjukkan bahwa terdapat sejumlah menteri lain yang memperoleh penilaian lebih rendah dan dinilai publik perlu dievaluasi.
Beberapa nama yang konsisten muncul dalam kategori berkinerja terburuk di berbagai survei antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri HAM Natalius Pigai, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Mengacu pada temuan Celios dan IPO, Sugiono masih memperoleh legitimasi publik yang cukup kuat untuk melanjutkan tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri.
Meski demikian, keputusan akhir terkait reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.*