JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik sejumlah pejabat negara pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 13.00 WIB.
Pelantikan ini memicu spekulasi mengenai reshuffleKabinet Merah Putih, meski hingga menjelang acara belum ada keterangan resmi terkait nama menteri atau wakil menteri yang akan diganti.
Pantauan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta menunjukkan aktivitas persiapan pelantikan.
Sejumlah petugas terlihat membawa rangkaian bunga ke area Istana Negara. Namun, hingga siang hari, belum tampak kehadiran pejabat yang akan dilantik.
Salah satu posisi yang dipastikan kosong adalah Wakil Menteri Keuangan, setelah Thomas Djiwandono resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Selain itu, isu perombakan kabinet turut menyeret nama Menteri Luar Negeri Sugiono.
Sugiono disebut-sebut masuk dalam daftar menteri yang berpotensi diganti.
Isu tersebut menguat setelah Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, menyampaikan pernyataan yang mengisyaratkan Wakil Ketua Komisi I DPR Budisatrio Djiwandono akan segera masuk ke jajaran eksekutif.
Pernyataan itu disampaikan sebelum rapat kerja bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kepala BIN pada Senin, 26 Januari 2026.
Namun, Utut tidak menjelaskan posisi yang akan ditempati Budisatrio.
Di tengah rumor reshuffle tersebut, sejumlah hasil survei justru menunjukkan bahwa Sugiono masih dinilai layak menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Survei Center of Economic and Law Studies (Celios) yang dilakukan pada akhir 2025 menempatkan Sugiono di jajaran menteri berkinerja baik.
Meski hanya berada di peringkat ke-15 versi penilaian para ahli, Sugiono menempati peringkat keempat dalam penilaian masyarakat umum.
Hasil serupa ditunjukkan oleh Indonesia Political Opinion (IPO). Dalam survei IPO periode Oktober 2025, Sugiono berada di posisi tiga besar menteri berkinerja terbaik.
Sebanyak 70,5 persen responden menilai dirinya cocok menduduki jabatan Menteri Luar Negeri.
Angka ini menempatkan Sugiono di peringkat keempat dalam kategori kesesuaian jabatan.
Berbeda dengan dua survei tersebut, Indikator Politik Indonesia tidak memasukkan Sugiono ke dalam daftar 10 besar menteri berkinerja terbaik maupun paling dikenal publik.
Namun, survei Indikator juga menunjukkan bahwa terdapat sejumlah menteri lain yang memperoleh penilaian lebih rendah dan dinilai publik perlu dievaluasi.
Beberapa nama yang konsisten muncul dalam kategori berkinerja terburuk di berbagai survei antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri HAM Natalius Pigai, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Mengacu pada temuan Celios dan IPO, Sugiono masih memperoleh legitimasi publik yang cukup kuat untuk melanjutkan tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri.
Meski demikian, keputusan akhir terkait reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.*