Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri 2026 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026). (foto: Prabowo Subianto/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat.
Hal itu disampaikan saat menghadiri peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 18 Gudang Ketahanan Pangan, serta peletakan batu pertama 1.007 SPPGPolri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
"Sebagaimana tentara Indonesia lahir dari rakyat, harus selalu menjadi tentara rakyat. Polisi kita lahir dari rakyat, harus selalu menjadi polisi rakyat," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Menurut Presiden, setiap negara memiliki sejarah dan tradisinya masing-masing, termasuk dalam pembentukan institusi kepolisian.
Ia menekankan bahwa Polri memiliki akar sejarah yang kuat karena lahir dalam masa perjuangan kemerdekaan.
"Polisi kita lahir dalam kancah perang kemerdekaan. Polisi kita angkat senjata untuk kemerdekaan," kata dia.
Prabowo menilai kehadiran negara di wilayah terpencil pertama-tama diwujudkan melalui aparat TNI dan Polri.
Karena itu, kedua institusi tersebut memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan publik.
"Yang pertama dilihat rakyat di tempat terpencil adalah polisi dan tentara. Kehadiran negara diwujudkan dari tentara dan polisi," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengapresiasi kerja keras TNI-Polri dalam menangani bencana di Sumatera beberapa waktu lalu.
Ia menyebut aparat bekerja tanpa lelah membantu masyarakat terdampak.
"Bencana kemarin itu musibah bagi kita. Tapi rakyat bisa melihat TNI dan Polri habis-habisan terjun untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat," katanya.
Presiden mengaku menyaksikan langsung dedikasi personel di lapangan, bahkan ada yang hampir satu bulan tidak kembali ke rumah demi menjalankan tugas kemanusiaan.
Namun, Prabowo juga menyinggung adanya pihak tertentu yang dinilainya memanfaatkan situasi bencana untuk membangun opini negatif terhadap pemerintah.
"Ada orang-orang politik tertentu seolah-olah girang dengan bencana, ingin menciptakan ketidakpercayaan kepada pemerintah dan Republik Indonesia," ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah bersama seluruh unsur kekuatan negara terus bahu-membahu menangani dampak bencana hingga kondisi berangsur terkendali.
Di akhir pidatonya, Prabowo menyampaikan terima kasih atas pengabdian TNI dan Polri kepada bangsa dan negara.