Masalah lainnya yang dihadapi di kawasan tersebut adalah kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh pergerakan tanah dan gempa, serta kondisi jalan yang terancam runtuh.
Kementerian PU telah mengidentifikasi dua jalur jalan alternatif (detour) untuk menghindari kawasan yang terdampak, salah satunya sepanjang 1,2 kilometer dan yang kedua sekitar 5,2 kilometer.
"Kami sudah menyusun rencana penanganan jalan detour dengan memastikan jalur pertama yang lebih pendek tetap aman, sementara jalur kedua akan lebih panjang untuk mengantisipasi risiko," ujar Dody.
Penanganan di sekitar sungai dan gua yang terindikasi menjadi jalur aliran air juga tengah dilakukan, termasuk penguatan tebing untuk memastikan keamanan kawasan di sekitarnya.
Kementerian PU akan terus melakukan penguatan lereng dan melakukan grouting di area yang terdampak untuk menghentikan aliran air yang berpotensi memperburuk kondisi geologi di sana.*