JAKARTA – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia belum membayar iuran sebesar 1 miliar Dolar AS untuk menjadi anggota Board of Peace (BoP).
Ia menekankan, kontribusi tersebut bukan syarat wajib keanggotaan dan Indonesia tetap menjadi anggota tanpa membayar iuran tersebut.
"Ini bukan iuran keanggotaan, bukan syarat keanggotaan. Indonesia sudah menjadi anggota dan tidak perlu membayar. Hanya jika ingin menjadi anggota permanen, baru ada kontribusi USD 1 miliar," ujar Sugiono dalam keterangan pers, Minggu (22/2/2026).
Sugiono menambahkan, kontribusi anggota BoP tidak melulu berbentuk uang tunai.
Bentuk kontribusi lain termasuk pengiriman pasukan melalui International Stabilization Force (ISF) dan kontribusi individu yang dapat disalurkan melalui rekening World Bank.
Beberapa negara yang membayarkan kontribusi finansial antara lain Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait.
Secara total, negara-negara anggota telah berjanji menyumbang hingga US$7 miliar.
"Setiap anggota Board of Peace memiliki mekanisme kontribusi berbeda. Indonesia memilih berkontribusi melalui pengerahan pasukan ISF untuk menstabilkan lingkungan sipil di Gaza," jelas Sugiono.
Lebih jauh, Sugiono menegaskan Indonesia tidak akan terlibat dalam aksi militer atau pelucutan senjata.
Fokus utama negara adalah melindungi masyarakat sipil dan mendukung upaya kemanusiaan di wilayah konflik.
"Kami memastikan kegiatan Indonesia di Gaza terbatas pada menjaga masyarakat sipil kedua belah pihak dan mendukung bantuan kemanusiaan," tambahnya.
Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai anggota aktif BoP yang tetap menjaga prinsip non-militer dan kemanusiaan, sekaligus menjadi bagian dari upaya internasional untuk stabilisasi wilayah konflik di Gaza.*