BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Februari 2026

SBY Soroti Negosiasi Nuklir AS-Iran di Jenewa: “Perang atau Damai?”

Adam - Sabtu, 28 Februari 2026 10:26 WIB
SBY Soroti Negosiasi Nuklir AS-Iran di Jenewa: “Perang atau Damai?”
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: tangkapan layar yt Susilo Bambang Yudhoyono)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Di tengah ketegangan yang terus membayangi Amerika Serikat dan Iran, kedua negara kembali duduk dalam negosiasi tidak langsung di Jenewa, Kamis (26/2/2026).

Perundingan yang dimediasi pihak ketiga ini menjadi sorotan Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melalui akun X, @SBYudhoyono, ia menulis, "Hari-hari yang menentukan sejarah Amerika dan Iran: perang atau damai?"

Baca Juga:

Menurut SBY, kota Jenewa memiliki potensi menjadi saksi sejarah, dengan kemungkinan melahirkan "game change" yang berdampak pada dinamika global.

Negosiasi ini terutama membahas masa depan proyek nuklir Iran, yang hingga kini menjadi isu kompleks dan sensitif.

SBY menilai membangun titik temu antara AS dan Iran bukan perkara mudah.

"Kepentingan kedua negara sangat berbeda. Sementara perunding tengah bernegosiasi, dua negara di kawasan Timur Tengah siap berhadapan," ujar SBY.

Ia menekankan pentingnya perunding memahami karakter kedua pemimpin, yakni Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut SBY, kedua tokoh memiliki ego, ambisi, dan kepentingan pribadi yang tinggi, sehingga keberhasilan negosiasi memerlukan kesabaran, kecerdasan, dan kompromi strategis.

SBY menegaskan perang bukan otomatis terjadi.

"Ada konteks war of necessity dan war of choice. Kedua pihak akan menimbang risiko sebelum memutuskan berperang," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perang menyangkut nasib rakyat, sehingga keputusan semestinya didasarkan pada kalkulasi rasional dan bukan sekadar ego politik.


Ia mengutip pengalaman panjang AS dalam perang Vietnam, Irak, dan Afghanistan sebagai pelajaran penting.

"Iran bukan Irak atau Afghanistan. Setiap konteks memiliki karakter berbeda," tambahnya.

SBY menutup pandangannya dengan pesan global, mengingatkan para pemimpin bahwa keberhasilan perang juga ditentukan oleh pemahaman prajurit terhadap tujuan mereka:

"Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for."

Ia berharap negosiasi nuklir AS-Iran bisa menempuh jalan damai, mengingat risiko konflik berskala besar bagi seluruh dunia.*


(km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PBB: Dunia Semakin Berbahaya, Serangan terhadap Warga Sipil Meningkat
Bawaslu Binjai Soroti Politik Uang dan Identitas dalam Diskusi Konsolidasi Demokrasi
Kemlu: Pasukan ISF RI Hanya Diturunkan di Gaza, Bisa Dihentikan Kapan Saja
Indonesia Pantau Ketegangan Pakistan-Afghanistan, WNI Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Ditlantas Polda Aceh Evaluasi Traffic Light Simpang USK, Soroti Durasi Lampu dan Pelanggaran Pengendara
Purnawirawan TNI Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Tolak Keterlibatan Pasukan Indonesia di BoP: Ini Lima Alasannya!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru