Jembatan sepanjang 90 meter tersebut sebelumnya mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga mengganggu mobilitas dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat setempat.
Perbaikan yang dilakukan meliputi penguatan konstruksi jembatan, penyempurnaan badan jembatan, serta pemasangan plat lantai baru.
Selain itu, jembatan juga dicat agar tampak lebih rapi dan aman untuk digunakan.
Dengan selesainya renovasi ini, jembatan kini telah kembali dapat dilalui oleh warga dari berbagai dusun, mengembalikan akses vital yang sempat terhenti.
Jembatan Gantung ini menghubungkan Dusun 1 hingga Dusun 8 di Desa Jati Mulia, yang merupakan jalur utama bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mulai dari transportasi hingga kegiatan ekonomi.
Dengan selesainya perbaikan ini, akses transportasi antar dusun pun kembali normal, sehingga memudahkan warga untuk menjalankan kegiatan sosial dan ekonomi mereka dengan lebih lancar.
Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han), mengungkapkan bahwa partisipasi TNI dalam perbaikan fasilitas umum ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk turut membantu kesulitan masyarakat.
"TNI memiliki tugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban, namun kami juga berperan aktif dalam memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat, salah satunya dengan membantu memperbaiki infrastruktur yang rusak," kata Kolonel Asrul.
Selain itu, TNI juga berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan memulihkan kondisi pasca-bencana.
Warga Desa Jati Mulia mengungkapkan rasa syukur atas selesainya perbaikan jembatan tersebut.
Menurut salah satu warga, Fatmawati, perbaikan ini sangat membantu kelancaran kehidupan sehari-hari mereka.