Sepatu Jadi Tempat Persembunyian, Begini Modus Pengedar Selundupkan Vape Narkoba ke THM Medan
MEDAN Polisi menangkap pengedar vape narkoba berinisial FA (24) yang kerap beraksi di Helen&039s Night Mart, Jalan Setia Budi, Kota Meda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli, menyoroti sikap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang hingga tiga hari setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, belum menyampaikan ucapan belasungkawa.
Khamenei meninggal dunia dalam serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.
Kabar kematiannya dikonfirmasi media Iran, Fars News Agency, pada Minggu (1/3/2026), yang menyebut tokoh berusia 86 tahun itu telah "syahid" saat menjalankan tugasnya di kompleks kediamannya di Teheran.Baca Juga:
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @gunromli, Selasa (3/3/2026), Gun Romli mempertanyakan sikap Presiden yang tidak mengucapkan bela sungkawa secara publik, baik melalui media sosial maupun pernyataan resmi pemerintah.
Menurutnya, hal ini menunjukkan kemungkinan adanya pertimbangan politik atau ketidaknyamanan dengan hubungan AS-Israel.
"Apakah Prabowo merasa tidak enak, atau mungkin takut pada Trump dan Netanyahu? Karena meninggalnya Ali Khamenei akibat serangan militer AS dan Israel," tulis Gun Romli.
Gun Romli menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan kebijakan luar negeri Bebas Aktif, seharusnya tetap mengedepankan etika dan nilai kemanusiaan, meskipun terjadi konflik internasional.
"Kalaupun terjadi konflik, bukan alasan untuk membunuh rasa kemanusiaan. Junjungan kita Nabi Muhammad Saw tetap menghormati jenazah lawan, meskipun ada konflik," tambahnya.
Selain itu, Gun Romli juga menyoroti rencana Prabowo menjadi mediator konflik antara AS-Israel dan Iran.
Ia menilai, kesediaan tersebut patut dipuji, namun bertolak belakang dengan etika diplomatik dasar jika tidak disertai ucapan belasungkawa kepada kepala negara sahabat.
"Bagaimana mau jadi juru damai dan bisa diterima Teheran, kalau mengucapkan duka cita saja tidak dilakukan?" kata Gun Romli.
Sementara itu, pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI pada Sabtu (28/2/2026) menyebutkan bahwa Pemerintah Indonesia siap memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak dan, jika disetujui, Presiden Prabowo bersedia bertolak ke Teheran untuk mediasi.
Kasus ini menarik perhatian publik, mengingat pentingnya etika diplomatik dan keselarasan antara sikap pribadi dan kebijakan luar negeri negara.*
(tb/ad)
MEDAN Polisi menangkap pengedar vape narkoba berinisial FA (24) yang kerap beraksi di Helen&039s Night Mart, Jalan Setia Budi, Kota Meda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), menerima upah sebesar 50.000 Ringgit Malaysia (RM), setara sekitar Rp219,4
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Upaya Pemerintah Aceh mengurai antrean panjang di sejumlah SPBU mulai menunjukkan hasil. PT Pertamina Patra Niaga meningkatka
EKONOMI
TANJUNG JABUNG TIMUR Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk sementara menghentikan aktivitas administra
PEMERINTAHAN
JAKARTA Harga emas Antam hari ini, Selasa (4/8/2026) pukul 10.00 WIB, tercatat turun. Harga emas Antam logam mulia berada di posisi Rp2.60
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Pada pukul 09.28 WIB, mata uang Garuda terdepr
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (4/8/2026) dibuka menguat 0,33 persen atau 20,28 poin ke posisi 6.254,78, lebi
EKONOMI
JAKARTA Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul berjanji akan mempercepat pemulangan 500 warga negara Indonesia (WNI) yang menja
NASIONAL
BOGOR Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meminta maaf kepada suporter setelah Skuad Garuda dipermalukan Vietnam 03 pada laga Grup A
OLAHRAGA
JAKARTA Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris meminta pemerintah segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatak
NASIONAL