BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Ketua PP Muhammadiyah: Korupsi Berakar dari "Lapar Spiritual"

Nurul - Jumat, 20 Maret 2026 10:45 WIB
Ketua PP Muhammadiyah: Korupsi Berakar dari "Lapar Spiritual"
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mengungkapkan bahwa korupsi sering kali terjadi akibat kondisi "lapar spiritual" yang dialami oleh beberapa individu.

Menurutnya, kesenjangan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk ketahanan pangan, dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang, termasuk dalam hal mengambil keputusan yang salah.

Pernyataan ini disampaikan Muhadjir dalam keterangan persnya saat memberikan penjelasan terkait khotbah Idul Fitri 1447 H yang ia sampaikan.

Baca Juga:

Salah satu poin penting dalam khotbah tersebut adalah pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu faktor penentu kemajuan bangsa.

"Sekarang sedang didorong tentang food security, karena kita tahu bahwa persoalan yang paling utama itu adalah soal makan," ujarnya, di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).

Muhadjir menegaskan bahwa dalam konteks ketahanan pangan, kebutuhan dasar seperti makan merupakan hal yang paling mendasar untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan bahwa ketika perut sudah kenyang, pikiran akan lebih fokus dan terbuka untuk berpikir dengan jernih.

Sebaliknya, ketika seseorang berada dalam keadaan lapar, baik secara fisik maupun spiritual, dorongan untuk mencari cara memenuhi kebutuhan tersebut bisa mendorong tindakan yang salah, seperti korupsi.

"Jadi, kenyang dulu baru berpikir. Orang kalau berpikir dalam keadaan lapar, nanti yang dipikir bagaimana kenyang," tuturnya.

"Termasuk korupsi itu adalah orang-orang yang berpikir karena keadaan-keadaan lapar, lapar dalam arti spiritual," tambahnya.

Muhadjir juga mengaitkan Idul Fitri dengan refleksi spiritual yang penting dilakukan setiap umat Islam.

Ia melihat bahwa perayaan hari raya Idul Fitri bukan hanya sebagai waktu untuk bersilaturahmi, tetapi juga sebagai momen untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kondisi mental dan spiritual.

"Ini sebetulnya peristiwa tiap tahun selalu terjadi dan kesempatan kita untuk melakukan semacam recharging, untuk mengecas kondisi spiritual kita, mental kita, kemudian juga membuat perenungan-perenungan, kemudian bisa menatap ke depan yang lebih cerah," pungkas Muhadjir.

Lebih lanjut, Muhadjir juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program-program pemerintah yang serius memerhatikan ketahanan pangan dan masa depan bangsa.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan fisik dan spiritual dalam membangun negara yang lebih maju dan berkeadilan.


Idul Fitri tahun ini, menurut Muhadjir, menjadi momentum yang baik untuk memperbaharui semangat kebersamaan dan refleksi diri dalam menghadapi tantangan yang ada.*


(tb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Penuh Khidmat, 1.500 Jemaah Muhammadiyah Laksanakan Salat Idul Fitri di Lapangan SD Sutomo Medan Hari Ini
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Laksanakan Salat Idul Fitri 1447 H di Deli Serdang Hari Ini, Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Banda Aceh Laksanakan Shalat Idul Fitri di Kampus Unmuha, Serukan Umat Islam Jaga Kebersamaan Meski Ada Perbedaan
Muhammadiyah Tegaskan Perbedaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H Bukan Bentuk Ketidaktaatan pada Pemerintah
Presiden Prabowo Instruksikan Efisiensi Energi di Sektor Spesifik Antisipasi Krisis Minyak Global
Medan Siap Gelar Salat Idulfitri 1447 H di Lapangan Merdeka, Malam Takbiran dan Pawai Kendaraan Hias Akan Meriahkan Kota
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru