BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Maret 2026

Produktivitas Padi Terancam Kekeringan, Pemerintah Tancap Gas dengan AWD

Nurul - Sabtu, 28 Maret 2026 19:25 WIB
Produktivitas Padi Terancam Kekeringan, Pemerintah Tancap Gas dengan AWD
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Foto: Dok. badanpangan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih panjang dan kering, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia.

Menghadapi kondisi ini, pemerintah mendorong penggunaan teknologi canggih untuk menjaga produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan pemerintah mendorong penerapan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk menghemat penggunaan air irigasi hingga 20 persen tanpa menurunkan hasil panen.

Baca Juga:

"Pengelolaan air menjadi faktor krusial dalam keberhasilan produksi pertanian. Ketersediaan air yang terencana dan efisien sangat menentukan dalam menekan risiko kekeringan serta menjaga produktivitas," kata Mentan Amran, Sabtu (28/3/2026).

Metode AWD memungkinkan petani mengatur pemberian air secara terukur sehingga tanaman tetap tumbuh optimal meski dalam kondisi keterbatasan air.

Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menambahkan teknologi ini merupakan solusi adaptif menghadapi kekeringan.

"Dengan pengaturan air yang terukur, petani dapat menjaga kondisi tanaman tetap optimal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggenangan terus-menerus, sehingga lebih siap menghadapi risiko kekeringan," ujarnya.

AWD pertama kali dikembangkan oleh International Rice Research Institute (IRRI) pada 2009 dan mulai diadaptasi di Indonesia sejak 2013.

Hasil pengujian selama enam musim tanam menunjukkan metode ini mampu menekan kelangkaan air di sawah, dengan efisiensi penggunaan air irigasi mencapai 17–20 persen.

Selain itu, AWD memberikan manfaat lingkungan, termasuk perbaikan struktur tanah dan penurunan emisi gas rumah kaca dari lahan pertanian.

Analis BRMP Lingkungan Pertanian, Ali Pramono, menjelaskan penerapan AWD dilakukan dengan memantau kelembapan tanah menggunakan alat sederhana berupa pipa paralon berlubang yang dibenamkan di sawah.

Air diberikan kembali saat muka air turun 10–15 cm di bawah permukaan tanah, lalu dibatasi hingga ketinggian 3–5 cm.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Penyerahan Sertifikat KI 2026 Disiapkan, Bali Targetkan Ekosistem Kreatif yang Terintegrasi dan Berkelanjutan
Mencekam! Indonesia Terancam Kekeringan Parah Akibat El Nino Super Kuat, Begini Dampaknya
BRIN Manfaatkan Teknologi Iradiasi Nuklir AEET untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Budaya Hukum Jadi Kunci Kepercayaan pada Polri, Peneliti BRIN: Di Belanda, Masalah Diselesaikan Warga Sebelum Polisi Turun Tangan
Panen Raya Padi Gogo Kodim 0208/Asahan Dorong Swasembada Pangan, Forkopimda Dukung Gerakan Nasional
BRIN Prediksi Idul Fitri 1447 H Berpotensi Jatuh pada 21 Maret 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru