Enam Tahun Buron! Harun Masiku Belum Juga Ditemukan, KPK Buka Suara
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa upaya pencarian terhadap buronan kasus dugaan suap Harun Masiku masih terus
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA— Indonesia akan menghadapi sejumlah fenomena cuaca ekstrem mulai April 2026, yang diprediksi akan berdampak besar pada kondisi iklim dan ketahanan pangan nasional.
Profesor Riset di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengungkapkan bahwa fenomena El Nino yang super kuat, ditambah dengan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif dan pemanasan global, akan mengubah pola cuaca di Tanah Air secara signifikan.
El Nino 2026, yang diperkirakan akan memiliki intensitas lebih kuat dari tahun 2023, berpotensi meningkatkan suhu hingga 1,5–2 derajat Celsius.Baca Juga:
"Kondisi ini akan memperburuk kemarau yang sudah terjadi dan mengancam banyak sektor, terutama pertanian, dengan kekeringan yang parah di beberapa wilayah," ujar Erma dalam unggahan di akun Instagram resminya, Kamis (19/3/2026).
Fenomena El Nino akan mempengaruhi Indonesia secara tidak merata. Wilayah selatan ekuator, termasuk Pulau Jawa, akan mengalami kekeringan yang cukup panjang, sedangkan daerah utara ekuator seperti Kalimantan Utara, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat justru diprediksi akan mengalami hujan ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir.
"El Nino menyebabkan perbedaan cuaca yang sangat signifikan, dengan beberapa wilayah di Indonesia merasakan hujan deras sementara yang lain terancam kekeringan," terang Erma.
Selain El Nino, kondisi IOD positif akan memperburuk situasi dengan mengurangi curah hujan secara drastis, terutama di wilayah Sumatera dan Jawa.
"Kondisi ini dapat memicu kebakaran hutan, kekeringan panjang, dan suhu yang sangat panas, yang dapat merusak ekosistem dan kehidupan masyarakat," lanjut Erma.
Namun, cuaca hujan diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir Maret 2026. Begitu memasuki April, pengurangan curah hujan akan semakin signifikan dan meningkatkan potensi kekeringan.
Pemanasan Global Perburuk Krisis Iklim
Penyebab utama pemanasan global yang memperburuk dampak El Nino adalah emisi gas rumah kaca, termasuk sulfur, nitrat, dan black carbon, yang terus meningkat akibat aktivitas manusia
. Erma menyoroti bahwa pembakaran batu bara dan hutan, serta kebakaran biomassa, menyumbang peningkatan suhu yang sangat signifikan.
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa upaya pencarian terhadap buronan kasus dugaan suap Harun Masiku masih terus
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan proses ekstradisi tersangka kasus korupsi eKTP, Paulus Tannos, masih terus berjal
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan hasil kajian terkait tata kelola program prioritas pemerintah Makan Bergizi
HUKUM DAN KRIMINAL
BEKASI Seorang sopir mobil operasional berstiker Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Wawan Supandi (56), ditangkap polisi setelah me
HUKUM DAN KRIMINAL
CIBINONG Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo, dikabarkan tengah mengikuti program pendidikan m
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan menangkap seorang kurir narkoba berinisial SA (36) yang kedapatan membawa 10 kilogram sabu d
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat toleransi dan semangat k
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemulihan infrastruktur di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologiAceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Baratterus menun
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat program peningkatan status Puskesmas menjadi fasilitas rawat inap d
KESEHATAN
TAPTENG Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya menata kembali ekosistem wila
PEMERINTAHAN