BREAKING NEWS
Selasa, 07 April 2026

DPR Bereaksi Keras! Minta Pemerintah Serius Usut Kematian Prajurit TNI

Adelia Syafitri - Selasa, 07 April 2026 17:56 WIB
DPR Bereaksi Keras! Minta Pemerintah Serius Usut Kematian Prajurit TNI
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta. (Foto: dpr. Arief/vel)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mendorong pemerintah mengoptimalkan jalur diplomasi internasional menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.

Ia menilai, insiden yang menimpa pasukan Indonesia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui misi UNIFIL tidak dapat dipandang sebagai peristiwa biasa.

"PBB harus bertanggung jawab, termasuk mendesak pihak Israel untuk memberikan pertanggungjawaban atas insiden ini," ujar Sukamta dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.

Baca Juga:

Tiga prajurit yang gugur dalam tugas tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon.

Ketiganya meninggal saat menjalankan misi perdamaian di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Menurut Sukamta, peristiwa ini mencerminkan kerentanan sistem perlindungan pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik aktif.

Ia menegaskan bahwa komunitas internasional memiliki tanggung jawab kolektif untuk menjamin keselamatan personel yang bertugas di bawah mandat global.

Selain mendorong langkah diplomasi, DPR juga menilai perlunya evaluasi internal terhadap sistem perlindungan prajurit TNI yang ditempatkan di zona konflik. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk menyesuaikan strategi mitigasi risiko dengan dinamika lapangan.

"Evaluasi diperlukan agar setiap penugasan memiliki perlindungan yang memadai sesuai tingkat eskalasi konflik," kata dia.

DPR, lanjut Sukamta, akan mengawal langkah pemerintah agar upaya diplomasi tidak berhenti pada pernyataan kecaman, melainkan menghasilkan kejelasan investigasi dan akuntabilitas pihak terkait.

Ia juga menekankan pentingnya peran Indonesia sebagai salah satu kontributor utama pasukan perdamaian dunia dalam mendorong agenda perlindungan peacekeepers di forum internasional.*

(mt/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
HUT ke-78 Sumatera Utara Usung “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”, Pemprov Genjot Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah
RUU Narkotika Dibahas, Kepala BNN Minta Wewenang Penyadapan Diperluas
Rupiah Tembus Rp17.100, Pemerintah Klaim Masih dalam Skenario
DPR: BBM Subsidi Aman hingga 2026, Jangan Disalahgunakan!
Komisi XIII DPR Rapat dengan Menteri HAM, Bahas Optimalisasi P5HAM
Mualem Tutup Kepulangannya ke Kampung Halaman dengan Salat di Masjid yang Dibangunnya dari Dana Pribadi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru