Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026). (Foto: Tangkapan Layar TVR PARLEMEN / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Tito mengungkapkan, usulan perpanjangan dana otsus juga datang dari berbagai elemen masyarakatAceh yang disampaikannya dalam sejumlah kunjungan dan pertemuan.
"Karena tingkat kemiskinan masih tinggi di atas nasional, pengangguran juga tinggi, meskipun IPM membaik tapi masih di bawah nasional, mereka merasa masih memerlukan dana otonomi khusus," ujar Tito.
Ia menyebut, sejumlah pihak di Aceh bahkan mengusulkan agar besaran dana otsus bisa kembali ditingkatkan hingga 2 persen, mendekati skema yang diterapkan di Papua.
Menurut Tito, usulan tersebut cukup rasional mengingat kondisi Aceh yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana. Ia mengatakan, untuk mencapai kondisi normal fungsional saja dibutuhkan waktu beberapa bulan ke depan.
Namun, proses pemulihan secara menyeluruh diperkirakan memakan waktu lebih lama, terutama karena adanya bencana susulan seperti banjir dan longsor yang kembali terjadi di sejumlah wilayah.
"Jalan yang sudah dibuka kembali rusak, jembatan terdampak lagi. Ini situasi di lapangan yang kita hadapi," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah bersama TNI, Polri, Kementerian PUPR, hingga BNPB saat ini masih terus bekerja melakukan normalisasi dan perbaikan infrastruktur.
Tito mengungkapkan skala kerusakan akibat bencana di Aceh cukup besar. Tercatat lebih dari 4.000 fasilitas pendidikan terdampak, sekitar 36.000 rumah mengalami kerusakan berat atau hilang, serta sedikitnya 79 sungai membutuhkan normalisasi.
"Untuk melakukan pemulihan ini paling cepat menurut saya adalah tiga tahun," tegasnya.