BREAKING NEWS
Rabu, 22 April 2026

Keluarga PMI Asal Medan Tagih Kejelasan HP dan Paspor Hilang usai Korban Tewas di Korea Selatan

Zulkarnain - Selasa, 21 April 2026 16:17 WIB
Keluarga PMI Asal Medan Tagih Kejelasan HP dan Paspor Hilang usai Korban Tewas di Korea Selatan
Kedua orangtua Reza Valentino Simamora menunjukkan foto almarhum semasa hidup. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) asal Medan, Reza Valentino Simamora, masih mempertanyakan hilangnya sejumlah barang pribadi milik korban, termasuk dua telepon genggam dan paspor, setelah jenazah dipulangkan dari Korea Selatan ke Indonesia.

Ayah korban, Saut Tarulitua Simamora, mengatakan pihak keluarga telah mengikuti klarifikasi melalui pertemuan daring bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Bea Cukai pada Jumat (17/4/2026).

Dalam pertemuan itu, keluarga mendapat penjelasan bahwa dua ponsel milik Reza dikirim terpisah dari barang lainnya sesuai prosedur. Namun, Saut menilai penjelasan tersebut tidak memuaskan karena tidak disertai dokumen resmi.

Baca Juga:

"Klarifikasinya hampa. Dikatakan handphone itu terpisah sesuai peraturan, tapi tidak ada surat resmi dari KBRI," ujar Saut, Selasa (21/4/2026).

Ia juga menyebut hingga kini barang tersebut belum diterima oleh keluarga. Saut mengaku heran karena keberadaan ponsel baru muncul setelah kasus ini viral di media sosial.

"Setelah viral, handphone ini muncul. Katanya dua hari sampai, tapi sampai sekarang belum saya terima," katanya.

Selain ponsel, paspor milik korban juga disebut ditarik oleh negara sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini turut dipertanyakan keluarga karena dokumen tersebut dibuat secara mandiri untuk keperluan bekerja di luar negeri.

"Paspor itu katanya diambil negara. Seharusnya dikembalikan dulu ke keluarga. Anak saya buat dengan biaya sendiri," ucapnya.

Keluarga berharap seluruh barang pribadi korban dapat dikembalikan dan ada penjelasan lebih rinci dari pihak terkait. Bahkan, Saut juga menyampaikan permohonan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Kami mohon kepada Bapak Presiden, kasihanilah kami. Kami orang susah, tapi tidak menyusahkan orang," katanya.

Tak hanya soal barang pribadi, keluarga juga mengaku belum menerima hak asuransi dari perusahaan tempat korban bekerja di Korea Selatan. Selain itu, sisa gaji korban untuk periode 1 hingga 23 September 2025 juga disebut belum dibayarkan.

"Asuransi dari Korea pun belum ada. Jangankan itu, barang anak saya saja hilang. Pergi sehat, pulang peti mati," ujarnya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
UI Bentuk Tim Ahli Satgas PPK untuk Dalami Kasus Grup Chat Mahasiswa FHUI
Anggaran IT MBG Rp1,2 T Disorot, BGN Pastikan untuk Distribusi Gizi Tepat Sasaran
Pelindo Regional 1 Lepas Calon Jemaah Haji 2026, Tekankan Kesiapan Fisik dan Mental
RS Awal Bros Segera Hadir di Medan, Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap: Jangan Bedakan Pasien Umum dan BPJS Kesehatan
Kelompok Tani Gugat Bupati Simalungun ke PTUN, Sengketa Kebun Plasma Memanas
Narkoba Disamarkan dalam Keranjang Ikan, Jaringan Internasional Digulung di Tanjungbalai
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru