Berawal dari Rebutan Remot TV di Warkop, Pemuda di Medan Tuntungan Tewas Ditikam 6 Kali
MEDAN Perselisihan akibat berebut remot televisi di sebuah warung kopi di Medan Tuntungan berujung maut. Seorang pemuda berinisial LT (26)
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN — Keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) asal Medan, Reza Valentino Simamora, masih mempertanyakan hilangnya sejumlah barang pribadi milik korban, termasuk dua telepon genggam dan paspor, setelah jenazah dipulangkan dari Korea Selatan ke Indonesia.
Ayah korban, Saut Tarulitua Simamora, mengatakan pihak keluarga telah mengikuti klarifikasi melalui pertemuan daring bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Bea Cukai pada Jumat (17/4/2026).
Dalam pertemuan itu, keluarga mendapat penjelasan bahwa dua ponsel milik Reza dikirim terpisah dari barang lainnya sesuai prosedur. Namun, Saut menilai penjelasan tersebut tidak memuaskan karena tidak disertai dokumen resmi.Baca Juga:
"Klarifikasinya hampa. Dikatakan handphone itu terpisah sesuai peraturan, tapi tidak ada surat resmi dari KBRI," ujar Saut, Selasa (21/4/2026).
Ia juga menyebut hingga kini barang tersebut belum diterima oleh keluarga. Saut mengaku heran karena keberadaan ponsel baru muncul setelah kasus ini viral di media sosial.
"Setelah viral, handphone ini muncul. Katanya dua hari sampai, tapi sampai sekarang belum saya terima," katanya.
Selain ponsel, paspor milik korban juga disebut ditarik oleh negara sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini turut dipertanyakan keluarga karena dokumen tersebut dibuat secara mandiri untuk keperluan bekerja di luar negeri.
"Paspor itu katanya diambil negara. Seharusnya dikembalikan dulu ke keluarga. Anak saya buat dengan biaya sendiri," ucapnya.
Keluarga berharap seluruh barang pribadi korban dapat dikembalikan dan ada penjelasan lebih rinci dari pihak terkait. Bahkan, Saut juga menyampaikan permohonan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Kami mohon kepada Bapak Presiden, kasihanilah kami. Kami orang susah, tapi tidak menyusahkan orang," katanya.
Tak hanya soal barang pribadi, keluarga juga mengaku belum menerima hak asuransi dari perusahaan tempat korban bekerja di Korea Selatan. Selain itu, sisa gaji korban untuk periode 1 hingga 23 September 2025 juga disebut belum dibayarkan.
"Asuransi dari Korea pun belum ada. Jangankan itu, barang anak saya saja hilang. Pergi sehat, pulang peti mati," ujarnya.
MEDAN Perselisihan akibat berebut remot televisi di sebuah warung kopi di Medan Tuntungan berujung maut. Seorang pemuda berinisial LT (26)
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara berkomitmen merawat enam bangunan cagar budaya yang berada di wila
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Polda Sumatera Utara telah menyelesaikan audit investigasi terkait kematian W (30), mantan istri polisi yang ditemukan tewas di Kota
PERISTIWA
MEDAN Polda Sumatera Utara menilai ekshumasi makam W (30), mantan istri seorang polisi yang meninggal akibat luka tembak, belum diperlukan.
PERISTIWA
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan pada Rabu (23/9/2026) terpantau berada dalam kategori Baik hingga Sedang. Kondisi tersebut berdasarkan p
KESEHATAN
JAKARTA Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Ketua TP PKK, sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sumatera Utara (Sum
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut ratarata 20 hingga 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dikenai penghentian operasional s
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik hingga a
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Rupiah naik 66 poin atau
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,56 persen ke level 6.374,91 pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Penguatan terja
EKONOMI