BREAKING NEWS
Kamis, 30 April 2026

Prabowo Ingin Kirim WNI Ikuti Program Kosmonaut di Rusia, Apa Itu?

Adelia Syafitri - Kamis, 23 April 2026 10:20 WIB
Prabowo Ingin Kirim WNI Ikuti Program Kosmonaut di Rusia, Apa Itu?
Presiden RI Prabowo Subianto saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto berencana mengirim warga negara Indonesia untuk mengikuti program kosmonaut di Rusia.

Rencana ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama di bidang antariksa antara Indonesia dan Rusia, yang dibahas usai pertemuan Prabowo dengan Presiden Vladimir Putin.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, pengiriman calon kosmonaut Indonesia merupakan upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi tinggi, khususnya antariksa.

Baca Juga:

"Bapak Presiden juga menyampaikan kemungkinan Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk mengikuti program kosmonaut Rusia," kata Sugiono di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Menurut Sugiono, langkah tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga strategis, karena kemampuan suatu negara di bidang antariksa menjadi salah satu indikator kemajuan teknologi.

Apa itu Program Kosmonaut Rusia?

Kosmonaut adalah istilah yang digunakan Rusia untuk menyebut astronaut atau antariksawan.

Program ini dijalankan oleh badan antariksa Rusia, Roscosmos, dan dikenal memiliki standar pelatihan yang sangat ketat.

Pelatihan kosmonaut dipusatkan di Star City (Zvyozdny gorodok), sebuah fasilitas pelatihan antariksa yang terletak di dekat Moskow.

Di tempat ini, calon kosmonaut menjalani berbagai latihan fisik, teknis, hingga simulasi misi luar angkasa dengan tingkat kesulitan tinggi.

Secara historis, program kosmonaut Rusia berakar sejak pertengahan abad ke-20 dan menjadi bagian penting dalam perlombaan antariksa pada era Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Uni Soviet mencatat sejumlah pencapaian bersejarah, termasuk peluncuran Sputnik pada 1957 sebagai satelit buatan pertama di dunia, serta penerbangan manusia pertama ke luar angkasa oleh Yuri Gagarin pada 1961.

Langkah tersebut kemudian mendorong Amerika Serikat untuk mempercepat program antariksa mereka hingga akhirnya berhasil mendaratkan manusia di Bulan melalui misi Apollo.

Meski Uni Soviet telah bubar, Rusia tetap melanjutkan program antariksa berawak melalui wahana Soyuz dan kerja sama internasional, termasuk dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Hingga kini, Rusia dikenal sebagai salah satu negara dengan pengalaman panjang dalam misi antariksa manusia, meski menghadapi tantangan pendanaan dan perkembangan teknologi pasca-1990-an.*


(cn/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menkeu Purbaya Ungkap RI Masuk “Survival Mode Ekonomi”, Fokus Jaga Pertumbuhan di Tengah Ketidakpastian Global
BGN Klarifikasi Viral 19.000 Sapi untuk Program MBG, Tegaskan Hanya Simulasi Kebutuhan Menu
Pemerintah Targetkan 82,9 Juta Anak Terima Program Makan Bergizi Gratis pada 2026, Kini Sudah 62 Juta Tersalurkan
Purbaya Soroti Proyek Infrastruktur Tak Termonitor, Singgung Whoosh hingga LRT
KPK Usul Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Ini Daftar Tokoh yang Menjabat Paling Lama
Menkeu Usul Kapal di Selat Malaka Dikenakan Biaya, Potensi Tambah Pemasukan Negara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru