Desak Panggil Gibran Bambang Widjojanto Minta MK Hadirkan Wapres, Saldi Isra Buka Suara
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) merespons permintaan pihak pemohon agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dihadirkan dalam persidangan
NASIONAL
JAKARTA – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus kembali memicu perdebatan soal prinsip kesetaraan hukum di Indonesia. Perkara yang menyeret empat anggota aktif Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI itu diproses melalui peradilan militer, meski dikategorikan sebagai tindak pidana umum.
Dalam sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026), keempat terdakwa hadir untuk mendengarkan pembacaan dakwaan oleh oditur militer. Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena menyangkut aktor negara dan korban dari kalangan sipil.
Guru Besar Ilmu Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya, Sri Warjiyati, menilai proses peradilan militer dalam kasus tersebut berpotensi bertentangan dengan prinsip konstitusi.Baca Juga:
"Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum," kata Sri, Kamis (30/4/2026).
Ia merujuk pada Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 yang menegaskan asas equality before the law atau kesetaraan di hadapan hukum. Menurutnya, pengadilan militer yang menangani pidana umum dapat menciptakan kesan eksklusivitas hukum.
Sri menegaskan, dalam negara hukum demokratis, prajurit TNI seharusnya tunduk pada peradilan umum ketika melakukan tindak pidana umum demi menjamin transparansi dan independensi hukum.
"Tidak boleh ada pihak yang diistimewakan," ujarnya.
Kasus Andrie Yunus juga kembali membuka perdebatan lama soal batas kewenangan peradilan militer. Secara ideal, peradilan militer hanya menangani pelanggaran disiplin dan hukum militer. Namun dalam praktiknya, sejumlah kasus pidana umum yang melibatkan anggota TNI masih ditangani di lingkungan tersebut.
Kondisi ini dinilai sebagian kalangan menimbulkan persoalan transparansi dan akuntabilitas hukum, terutama ketika korban berasal dari masyarakat sipil.
Di sisi lain, dorongan revisi Undang-Undang Peradilan Militer kembali menguat. Sejumlah pakar hukum hingga pegiat HAM menilai perubahan aturan menjadi penting untuk mencegah potensi impunitas.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra juga mengakui bahwa aturan tersebut sudah lama perlu diperbarui, namun belum masuk prioritas legislasi.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menegaskan bahwa selama aturan belum berubah, semua perkara prajurit TNI tetap harus diproses melalui peradilan militer. Meski begitu, ia membuka ruang revisi agar ke depan tindak pidana umum oleh prajurit TNI dapat diadili di peradilan sipil.*
(k/dh)
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) merespons permintaan pihak pemohon agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dihadirkan dalam persidangan
NASIONAL
JAKARTA Misteri kematian Sutrimo (42), yang ditemukan tewas di depan Klinik Mordent, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026, akhirnya terungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Komisioner KPU periode 20072012 I Gusti Putu Artha mengungkap pengalaman mengenai dugaan adanya oknum di internal KPU yang
POLITIK
SURABAYA Polisi mengamankan delapan orang dalam penggerebekan sebuah kamar hotel di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (28/9/2026) dini hari.
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Pembongkaran klaster hunian mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendapat perhatian Ombudsman RI. Lembaga
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Masa Ta&039aruf (MASTA) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) digelar
PENDIDIKAN
MEDAN Koramil 020109/Medan Belawan menyalurkan 14 ribu liter air bersih kepada warga di sejumlah wilayah Kecamatan Medan Belawan, Kota Med
NASIONAL
BANDA ACEH Warga menemukan benda yang diduga mortir peninggalan masa konflik di pinggir Sungai Krueng Aceh, tepat di depan Warkop Chek Yuke
PERISTIWA
ACEH Prakiraan cuaca Aceh pada Kamis, 1 Oktober 2026, didominasi hujan ringan di hampir seluruh kabupaten dan kota. Sejumlah wilayah lainn
NASIONAL
MEDAN Cuaca di hampir seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis, 1 Oktober 2026, diprakirakan mengalami hujan ringan. Kota Gunungsi
NASIONAL