Sambut HUT TNI ke-81, Kodam I/BB Gelar Bazar dan Pasar Murah di 3 Kota Sumut
MEDAN Kodam I/Bukit Barisan (BB) menggelar bazar dan pasar murah secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia dalam rangka menyambut Ha
NASIONAL
MEDAN - Kawasan Kesawan Medan di Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah yang hingga kini masih bertahan di tengah pesatnya modernisasi kota. Dahulu merupakan area persawahan, Kesawan kini menjelma menjadi pusat bisnis, kuliner, sekaligus ruang wisata sejarah yang ikonik.
Sejarawan Universitas Sumatera Utara (USU), Kiki Maulana Affandi, menjelaskan bahwa nama Kesawan diyakini berasal dari istilah "kesawahan", karena wilayah ini awalnya merupakan lahan sawah sebelum berkembang menjadi kawasan kota.
Perkembangan Kesawan tidak terlepas dari hadirnya perusahaan perkebunan Belanda Deli Maatschappij yang menjadi motor ekonomi Medan pada abad ke-19. Sejak saat itu, Kesawan berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan permukiman berbagai etnis.Baca Juga:
Pusat Ekonomi Multietnis di Masa Kolonial
Memasuki tahun 1880-an, Kesawan tumbuh sebagai pusat perdagangan dengan dominasi toko-toko milik etnis Tionghoa. Berbagai kelompok masyarakat seperti Melayu, Karo, Arab, India, dan Tionghoa hidup berdampingan dan membentuk wajah kosmopolitan awal Kota Medan.
Sejumlah bangunan penting kemudian berdiri di kawasan ini, di antaranya Gedung AVROS, Warenhuis (supermarket pertama di Medan), Pajak Ikan (Vischmarkt), Pasar Hindu, hingga restoran legendaris Tip Top yang masih bertahan hingga saat ini.
Selain itu terdapat pula Masjid Gang Bengkok, Rumah Tjong A Fie, serta gedung London Sumatera yang menjadi saksi sejarah kejayaan perkebunan di Medan.
Jejak Bangunan Bersejarah di Kesawan
Beberapa bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini di kawasan Kesawan antara lain:
- Masjid Gang Bengkok: Dibangun oleh Tjong A Fie sebagai bentuk toleransi dan penghormatan kepada Kesultanan Deli.
- Nederlandsch Handel Maatschappij (1888): Kini difungsikan sebagai kantor perbankan di pusat kota.
- Kamp Lembah (1909): Bekas percetakan Sumatra Post, kini menjadi kantor Dinas Pariwisata Sumut.
- Witte Sociƫteit (1879): Dahulu tempat berkumpul elite perkebunan, kini menjadi gedung perbankan.
- Rumah Tjong A Fie: Ikon sejarah pengusaha Tionghoa yang berpengaruh di Medan.
- Restoran Tip Top: Restoran legendaris yang masih beroperasi sejak era kolonial.
- London Sumatera: Gedung perkebunan awal di Medan yang sudah memiliki fasilitas lift pada zamannya.
Perkembangan Kesawan dari Tahun ke Tahun
MEDAN Kodam I/Bukit Barisan (BB) menggelar bazar dan pasar murah secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia dalam rangka menyambut Ha
NASIONAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku bersama Aparat Penegak Hukum (APH) menggelar razia gabungan dan tes urin
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Erni Ariyanti Sitorus, memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrim
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rien Wartia Trigina alias Erin Wartia, mantan istri artis Andre Taulany, mengadukan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka ke Mahkam
ENTERTAINMENT
MEDAN Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan jaringan internet di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tebing Tinggi kembali d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Danau Toba, Sumatera Utara, menghadapi ancaman musim kering yang dapat memengaruhi ketersediaan air dan elevasi danau. Untuk menga
PARIWISATA
MEDAN Febiona Purba (16), siswi yang sebelumnya dirujuk ke Jakarta setelah mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), kembali ber
PERISTIWA
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, akan mengalami pemadaman listrik sementara pada Selasa, 22 September 2026. Pemadam
PERISTIWA
BINJAI Banjir merendam permukiman warga di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Selasa, 22 Septem
PERISTIWA
JAKARTA Bocoran terbaru mengenai iPhone 20 Pro mengungkap perkiraan spesifikasi layar dua model yang diprediksi diperkenalkan Apple pada
SAINS DAN TEKNOLOGI