Jokowi Bakal Main Film? Sutradara Olivia Zalianty Bocorkan Rencana Syuting di Solo
SOLO Aktris sekaligus sutradara Olivia Zalianty berkunjung ke rumah Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Selasa (
NASIONAL
MEDAN - Kawasan Kesawan Medan di Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah yang hingga kini masih bertahan di tengah pesatnya modernisasi kota. Dahulu merupakan area persawahan, Kesawan kini menjelma menjadi pusat bisnis, kuliner, sekaligus ruang wisata sejarah yang ikonik.
Sejarawan Universitas Sumatera Utara (USU), Kiki Maulana Affandi, menjelaskan bahwa nama Kesawan diyakini berasal dari istilah "kesawahan", karena wilayah ini awalnya merupakan lahan sawah sebelum berkembang menjadi kawasan kota.
Perkembangan Kesawan tidak terlepas dari hadirnya perusahaan perkebunan Belanda Deli Maatschappij yang menjadi motor ekonomi Medan pada abad ke-19. Sejak saat itu, Kesawan berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan permukiman berbagai etnis.Baca Juga:
Pusat Ekonomi Multietnis di Masa Kolonial
Memasuki tahun 1880-an, Kesawan tumbuh sebagai pusat perdagangan dengan dominasi toko-toko milik etnis Tionghoa. Berbagai kelompok masyarakat seperti Melayu, Karo, Arab, India, dan Tionghoa hidup berdampingan dan membentuk wajah kosmopolitan awal Kota Medan.
Sejumlah bangunan penting kemudian berdiri di kawasan ini, di antaranya Gedung AVROS, Warenhuis (supermarket pertama di Medan), Pajak Ikan (Vischmarkt), Pasar Hindu, hingga restoran legendaris Tip Top yang masih bertahan hingga saat ini.
Selain itu terdapat pula Masjid Gang Bengkok, Rumah Tjong A Fie, serta gedung London Sumatera yang menjadi saksi sejarah kejayaan perkebunan di Medan.
Jejak Bangunan Bersejarah di Kesawan
Beberapa bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini di kawasan Kesawan antara lain:
- Masjid Gang Bengkok: Dibangun oleh Tjong A Fie sebagai bentuk toleransi dan penghormatan kepada Kesultanan Deli.
- Nederlandsch Handel Maatschappij (1888): Kini difungsikan sebagai kantor perbankan di pusat kota.
- Kamp Lembah (1909): Bekas percetakan Sumatra Post, kini menjadi kantor Dinas Pariwisata Sumut.
- Witte Sociëteit (1879): Dahulu tempat berkumpul elite perkebunan, kini menjadi gedung perbankan.
- Rumah Tjong A Fie: Ikon sejarah pengusaha Tionghoa yang berpengaruh di Medan.
- Restoran Tip Top: Restoran legendaris yang masih beroperasi sejak era kolonial.
- London Sumatera: Gedung perkebunan awal di Medan yang sudah memiliki fasilitas lift pada zamannya.
Perkembangan Kesawan dari Tahun ke Tahun
Perjalanan kawasan Kesawan mengalami perubahan panjang sebagai berikut:
Pasca kebakaran awal kota: Dibangun ulang dengan material lebih kuat seperti batu bata.
- 1913–1937: Masa kejayaan sebagai pusat perdagangan, permukiman, dan hiburan.
- 1938–1962: Mulai muncul bangunan modern di sekitar kawasan.
- 1963–1995: Beralih menjadi kawasan perkantoran pemerintah dan swasta.
- 1996–2004: Dominasi ruko bertingkat, karakter lama mulai memudar.
- 2002–2003: Didorong menjadi pusat kuliner dengan hadirnya Kesawan Plaza.
- 2013: Jalan Kesawan berganti nama menjadi Jalan Ahmad Yani.
- Saat ini: Kembali hidup sebagai pusat bisnis, kuliner, dan destinasi wisata sejarah.
Kesawan Hari Ini
Kini, Kesawan menjadi salah satu kawasan paling hidup di Medan. Deretan kafe, restoran, hingga bangunan heritage yang masih terjaga menjadikannya ruang publik favorit masyarakat, terutama pada akhir pekan.
"Kesawan hari ini bukan hanya masa lalu, tapi ruang hidup kota yang terus berkembang," ujar Kiki,kata Dosen Sejarah Universitas Sumatera Utara (USU), Kiki Maulana Affandi, Rabu (29/4/2026).
Dengan jejak sejarah panjang tersebut, Kesawan menjadi simbol transformasi Kota Medan dari kawasan persawahan kolonial menjadi kota modern yang tetap menjaga warisan budayanya.*
(ds/dh)
SOLO Aktris sekaligus sutradara Olivia Zalianty berkunjung ke rumah Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Selasa (
NASIONAL
MEDAN Sebulan berlalu sejak angin puting beliung merusak ratusan rumah di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Warga perlahan mulai bangki
PERISTIWA
JAKARTA Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, mendaftarkan diri sebagai pihak terkait dalam perkara Perselisihan Hasil Pem
HUKUM DAN KRIMINAL
SEKADAR menyebut bahwa pakar atau ahli (expert) sedang menghadapi masalah besar di jagat media sosial agaknya keliru. Di negeri kita, pakar
OPINI
BANDA ACEH Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh menangani laporan dugaan penganiayaan terhadap s
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh mengamankan seorang pria berinisial IR, 61 tahun
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Setelah satu bulan proses penyamaian bibit, pelatihan pertanian cabai dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), Pimpinan
PERTANIAN AGRIBISNIS
KARO Kasus dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera
PERISTIWA
ACEH BESAR Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda menggelar pasar murah bagi masyarakat di halaman Kantor Camat Blang
NASIONAL
MEDAN Kodam I/Bukit Barisan (BB) menggelar bazar dan pasar murah secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia dalam rangka menyambut Ha
NASIONAL