BREAKING NEWS
Kamis, 30 Juli 2026

200 Siswa Keracunan MBG di Surabaya, Emil Dardak Tegaskan SPPG Bermasalah Akan Disanksi

Nurul - Selasa, 12 Mei 2026 09:20 WIB
200 Siswa Keracunan MBG di Surabaya, Emil Dardak Tegaskan SPPG Bermasalah Akan Disanksi
Ketua Satgas MBG Jawa Timur sekaligus Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. (Foto: adatah)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SURABAYA – Insiden keracunan massal usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Sebanyak 200 siswa dari tingkat TK, SD, hingga SMP dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh.

Ketua Satgas MBG Jawa Timur sekaligus Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menegaskan bahwa SPPG yang terbukti bermasalah akan dikenakan sanksi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kewenangan pemberian sanksi tentu dilakukan secara kolektif tapi terutamanya BGN dan BGN yang menerapkan sanksi untuk SPPG yang mengalami insiden-insiden," kata Emil usai rapat paripurna di Kantor DPRD Jawa Timur, Senin (11/5/2026).

Baca Juga:

Menurut Emil, pemberian sanksi akan dilakukan setelah proses investigasi dan evaluasi selesai dilakukan. Saat ini, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti keracunan massal tersebut.

"Nah data persisnya tentu juga lebih eloknya akan diputuskan oleh BGN sebagai pihak yang menerapkan sanksi," ujarnya.

Dugaan sementara, keracunan dipicu menu olahan daging krengsengan yang dibagikan kepada para siswa. Namun hingga kini sampel makanan masih dalam tahap pengujian laboratorium.

Insiden tersebut membuat SPPG Tembok Dukuh ditutup sementara sambil menunggu hasil evaluasi dari Badan Gizi Nasional.

"Kami akan evaluasi dahulu. Kami tindaklanjuti, setelah itu kami masih tutup dulu dapur ini sementara waktu," kata Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo.

Sementara itu, Kepala SPPG Tembok Dukuh Chafi Alida Najla menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung pihaknya.

"Saya (mengisi MBG) di 13 sekolah, sekitar 3.020 porsi. Tapi hari ini kita hanya mendistribusikan 2.000 sekian," ujar Chafi.

Diketahui, SPPG Tembok Dukuh telah beroperasi sejak Februari 2026 dan menyalurkan program MBG ke sejumlah sekolah di Surabaya.*

(k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Ultimatum SPPG di Daerah, Program MBG untuk Ibu Hamil dan Balita Wajib Jadi Prioritas
ICW Laporkan Dugaan Mark Up Sertifikasi Halal Rp49 Miliar ke KPK, Ini Tanggapan Kepala BGN
Diduga Tak Ada Kejelasan Fee, Pemodal Bongkar SPPG di Asahan, Eks DPRD Sumut Terseret Polemik
Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Jadi Motor Baru Penggerak Ekonomi Rakyat, Serap Tenaga Kerja hingga Perkuat UMKM
Program MBG Hasilkan 6 Juta Liter Minyak Jelantah per Bulan, Disiapkan Jadi Energi Hijau Nasional
KPK Usut Dugaan Korupsi Sertifikasi Halal Program MBG, Potensi Kerugian Negara Rp49,5 Miliar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru