BREAKING NEWS
Sabtu, 16 Mei 2026

DPR Desak Komdigi Bertindak usai Kasus Deepfake Vulgar Mahasiswi di Kalbar

Johan - Sabtu, 16 Mei 2026 09:07 WIB
DPR Desak Komdigi Bertindak usai Kasus Deepfake Vulgar Mahasiswi di Kalbar
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. (Foto: Dok. EMedia DPR RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Komisi I DPR RI menyesalkan kasus penyalahgunaan teknologi deepfake yang menyeret mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat, berinisial RY. Kasus itu viral setelah pelaku diduga mengedit foto sejumlah mahasiswi menjadi konten vulgar menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan praktik manipulasi digital tersebut merupakan tindakan yang merendahkan martabat perempuan dan berpotensi melanggar hukum.

"Komisi I DPR RI menyesalkan terjadinya praktik penyalahgunaan teknologi digital yang merendahkan martabat perempuan dan menimbulkan keresahan di masyarakat," ujar Dave Laksono, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga:

Menurutnya, penggunaan teknologi deepfake untuk membuat konten tidak senonoh tidak hanya melanggar etika dan moral, tetapi juga mengancam keamanan ruang digital.

Dave meminta Kementerian Komunikasi dan Digital segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat pengawasan dan regulasi terkait penyalahgunaan teknologi AI dan deepfake.

"Ruang digital harus menjadi tempat yang sehat untuk inovasi dan kreativitas, bukan arena eksploitasi yang merugikan hak asasi manusia," katanya.

Komisi I DPR juga mendorong adanya sistem deteksi dini, penindakan tegas, serta peningkatan literasi digital kepada masyarakat agar memahami dampak serius dari manipulasi teknologi tersebut.

Selain itu, DPR mendukung proses investigasi yang sedang dilakukan pihak kampus maupun aparat penegak hukum sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Kasus ini mencuat setelah sejumlah mahasiswa menemukan banyak foto vulgar hasil editan AI di ponsel milik terduga pelaku saat kegiatan praktikum berlangsung.

Salah satu korban berinisial S mengaku terkejut setelah mengetahui foto-foto teman kuliah dan rekan sekolah mereka telah dimanipulasi menjadi konten tak senonoh.

Bahkan, disebutkan terdapat editan AI yang memperlihatkan pacar pelaku seolah sedang berciuman dengan pria lain.

Kasus tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan grup percakapan mahasiswa hingga memicu keresahan di lingkungan kampus.

Pihak Universitas Tanjungpura melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) memastikan kasus itu tengah diproses.

Kampus juga telah menghentikan sementara aktivitas perkuliahan terlapor guna mendukung proses investigasi serta menciptakan ruang aman bagi korban.*

(d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sambut Iduladha, Ustaz Muharrir Asy’ari Ajak Umat Tingkatkan Ketakwaan dan Keikhlasan Berqurban
Terkuak! Asal-usul Kota Kisaran Ternyata Sudah Tercatat Sejak 1823
Usai Unggah Nobar Pesta Babi, Jurnalis di Kalteng Diancam Disiram Air Keras
Geger Deepfake Mahasiswi Untan, DPR Desak Kampus Beri Sanksi Tegas
Airlangga Bertemu Belarus, Indonesia Bidik Pasar Eurasia Lewat EAEU FTA
Tragis! Kakek 81 Tahun Tewas usai Mobil Ditabrak Kereta Api di Deli Serdang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru