Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait kasus korban begal, Guntur Sugoro (41), yang diduga ditembak kawanan begal di wilayah Deli Serdang dan pulang dari rumah sakit dengan kondisi peluru masih bersarang di punggungnya karena terkendala biaya operasi.
Rico menyebut Pemerintah Kota Medan tengah berupaya membujuk korban agar bersedia kembali menjalani perawatan medis.
Ia memastikan biaya operasi dapat ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sesuai regulasi yang berlaku.Baca Juga:
"Iya, jadi pada saat ini sedang kami bujuk beliau, camat tadi sudah di sana sebenarnya untuk membujuk bersama keluarga agar bisa dioperasi. Dan itu sudah bisa ditanggung dengan perwal yang baru tadi," kata Rico, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia merujuk pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 26 Tahun 2026 yang mengatur pembiayaan korban kejahatan jalanan melalui APBD Kota Medan.
Menurutnya, aturan tersebut sudah mulai diterapkan dalam penanganan kasus serupa.
"Intinya apabila korban berkenan, bisa kita langsung lakukan. Jadi penerapannya bisa kita lakukan," ujarnya.
Sebelumnya, Guntur yang bekerja sebagai satpam SPPG dilaporkan menjadi korban penembakan saat aksi begal di Deli Serdang.
Ia sempat dirawat di RS Pirngadi Medan, namun kemudian diperbolehkan pulang meski peluru timah masih bersarang di tubuhnya.
Guntur mengaku harus meninggalkan rumah sakit karena tidak mampu menanggung biaya operasi yang diperkirakan mencapai Rp60 juta hingga Rp100 juta untuk pengangkatan peluru tersebut.
"Ini sudah pulang, sudah di rumah," ujar Guntur.
Ia menuturkan bahwa meski dokter menyebut kondisi peluru tidak terlalu membahayakan, keberadaannya tetap menimbulkan rasa tidak nyaman dan gangguan pada tubuhnya.
"Ini sesaknya masih ada karena masih ada (pelurunya). Tapi kalau penggumpalan darah sudah tidak ada. Kata dokter tidak masalah, tapi tetap disarankan kontrol lagi," ujarnya.
Guntur berharap peluru tersebut dapat segera diangkat agar ia bisa kembali beraktivitas normal tanpa gangguan rasa sakit di tubuhnya.
"Iya, maunya dikeluarkan karena ini mengganjal rasanya," katanya.*
(d/ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL