BREAKING NEWS
Kamis, 28 Mei 2026

Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan Permanen hingga 2028

Raman Krisna - Kamis, 28 Mei 2026 22:14 WIB
Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan Permanen hingga 2028
Mendagri yang juga Satgas PRR Tito Karnavian usai rapat koordinasi Satgas PRR bersama Satgas Galapana DPR RI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (25/5). (Foto: Dok. Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Penanganan pascabencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini mulai memasuki fase baru. Setelah melewati tahap tanggap darurat dan masa transisi, pemerintah menyiapkan langkah pemulihan permanen melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) yang akan berlangsung bertahap hingga 2028.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan penanganan bencana dilakukan dalam tiga tahapan utama, yakni tanggap darurat, transisi, dan pemulihan permanen.

"Tahapan pertama setelah ada bencana adalah tanggap darurat. Semua kementerian/lembaga bergerak bersama pemerintah daerah dan itu termitigasi dengan cukup baik," ujar Tito usai rapat koordinasi di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:

Tito menjelaskan, sejak Satgas PRR dibentuk pada 8 Januari, koordinasi lintas sektor terus dipercepat untuk memastikan masa transisi berjalan optimal. Sejumlah layanan dasar yang sempat terganggu kini telah kembali berfungsi, termasuk pemerintahan daerah, listrik, distribusi BBM, layanan internet, hingga fasilitas kesehatan.

Dari sisi infrastruktur, seluruh jalan nasional di wilayah terdampak telah kembali terhubung. Jembatan nasional juga sudah berfungsi kembali, baik melalui konstruksi permanen maupun jembatan sementara seperti Bailey, Armco, jembatan perintis, dan jembatan gantung.

"Meski sebagian masih bersifat temporer, semuanya sudah fungsional untuk mobilitas masyarakat," katanya.

Kemajuan juga terlihat di sektor pendidikan dan hunian warga terdampak. Dari sekitar 4.922 sekolah yang terdampak, sebagian besar sudah kembali melakukan pembelajaran di sekolah masing-masing setelah proses perbaikan. Sementara sebagian lainnya masih menggunakan fasilitas darurat atau menumpang di sekolah lain.

Jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda juga dilaporkan terus menurun seiring perbaikan kondisi di lapangan.

Pemerintah kini mengarahkan fokus pada tahap pemulihan permanen melalui Rencana Induk (Renduk) rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dokumen tersebut disusun bersama pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta Kementerian PPN/Bappenas.

"Sekarang kita masuk tahap rehab-rekon. Kuncinya ada pada Rencana Induk," ujar Tito.

Renduk tersebut dirancang untuk periode 2026–2028 dengan total 11.512 kegiatan lintas sektor, mencakup pembangunan infrastruktur sungai, jalan, jembatan, sekolah, hingga hunian tetap bagi warga terdampak.

Tito menegaskan, prioritas utama pada tahap awal pemulihan akan difokuskan pada infrastruktur dasar dan percepatan pembangunan hunian tetap agar masyarakat tidak terlalu lama berada di pengungsian.*

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satgas PRR Pastikan Pemulihan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Permanen
Satgas PRR Pastikan Huntap Komunal Dibangun di Lahan Aman dari Risiko Bencana, Pemerintah Percepat Relokasi Penyintas
Gubernur Mualem Ungkap Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh Baru Capai 25–30 Persen
Sumut Terima Pengembalian TKD Terbesar Usai Pemotongan Rp6 Triliun, Ini Penjelasan Tito Karnavian
Renduk Pascabencana Sumatera Himpun 11.512 Kegiatan Pemulihan, Infrastruktur Jadi Prioritas Utama
Renduk Pascabencana Sumatera Siapkan Dukungan untuk 200 Ribu UMKM Terdampak Bencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru