PDI-P: Insyaallah Megawati Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disebut akan menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di
NASIONAL
JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka terkait tujuan dan capaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang tercatat sudah tiga kali dilakukan dalam kurun kurang dari lima bulan pada 2026.
Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo Pareira, mengatakan setiap kunjungan luar negeri kepala negara semestinya memiliki agenda yang jelas, terukur, dan disampaikan kepada publik sejak awal.
"Ya, tentu kunjungan luar negeri itu kan ada tujuannya. Dalam diplomasi, ketika presiden berkunjung ke suatu negara harus teragenda dengan ketat, ada target apa yang ingin dicapai, dan itu disampaikan kepada publik," kata Andreas usai Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD PDI-P se-Indonesia di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026.Baca Juga:
Andreas menilai pola kunjungan kenegaraan sejatinya telah memiliki tradisi panjang dalam sejarah pemerintahan Indonesia.
Ia menyebut sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Soeharto, setiap lawatan luar negeri selalu disertai agenda diplomasi yang jelas.
Menurut dia, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka urgensi di balik intensitas kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis, termasuk capaian konkret yang dihasilkan dari setiap lawatan.
"Ini menjadi pertanyaan karena setelah pergi baru dijelaskan. Seharusnya sebelum berangkat sudah disampaikan ke publik, agar rakyat tahu apa yang ingin dicapai," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran juru bicara kepresidenan dan Sekretariat Negara dalam menyampaikan agenda luar negeri Presiden secara transparan kepada masyarakat.
"Setneg atau juru bicara harus menjelaskan apa agenda perjalanan luar negeri tersebut dan apa yang ingin dicapai," kata Andreas.
Menurut dia, keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah, terutama dalam hal diplomasi luar negeri yang menggunakan mandat negara.
Andreas menambahkan, komunikasi publik tidak cukup hanya menampilkan aspek seremonial dari kunjungan Presiden.
"Tidak bisa hanya disampaikan misalnya kunjungan ini, lalu ada kegiatan seremonial. Itu bukan argumentasi yang cukup," ujarnya.
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disebut akan menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di
NASIONAL
MEDAN Kasus pembunuhan yang melibatkan anak di bawah umur kembali mencuat di Kota Medan. Seorang anak perempuan berinisial Al (12) didug
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemadaman listrik massal atau blackout yang sempat melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada pertengahan Mei 2026 kembali menyor
PERISTIWA
JAKARTA Polda Metro Jaya menetapkan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, Ahmad Syah Farhan, sebagai tersan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengakhiri kunjungan kenegaraan ke Prancis dengan membawa kesepakatan komersial baru senilai total
NASIONAL
JAKARTA Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka terkait tujuan dan capaian kunjun
NASIONAL
JAKARTA Jusuf Muda Dalam (JMD) merupakan salah satu tokoh politik yang pernah menjabat sebagai Menteri Urusan Bank Sentral pada periode 19
SOSOK
BANDA ACEH Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh menetapkan dua mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai tersangka dalam ka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Honor resmi memasarkan ponsel kelas menengah terbarunya, Honor X6c, di Indonesia sejak Maret 2026.Perangkat ini diposisikan seba
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggeledah kantor perusahaan eksportir kelapa sawit PT MMS di k
HUKUM DAN KRIMINAL