Era Sang Legenda Berakhir, Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina di Usia 39 Tahun
JAKARTA Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina. Kapten Albiceleste itu mengumumkan pensiun dari se
OLAHRAGA
JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka terkait tujuan dan capaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang tercatat sudah tiga kali dilakukan dalam kurun kurang dari lima bulan pada 2026.
Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo Pareira, mengatakan setiap kunjungan luar negeri kepala negara semestinya memiliki agenda yang jelas, terukur, dan disampaikan kepada publik sejak awal.
"Ya, tentu kunjungan luar negeri itu kan ada tujuannya. Dalam diplomasi, ketika presiden berkunjung ke suatu negara harus teragenda dengan ketat, ada target apa yang ingin dicapai, dan itu disampaikan kepada publik," kata Andreas usai Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD PDI-P se-Indonesia di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026.Baca Juga:
Andreas menilai pola kunjungan kenegaraan sejatinya telah memiliki tradisi panjang dalam sejarah pemerintahan Indonesia.
Ia menyebut sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Soeharto, setiap lawatan luar negeri selalu disertai agenda diplomasi yang jelas.
Menurut dia, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka urgensi di balik intensitas kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis, termasuk capaian konkret yang dihasilkan dari setiap lawatan.
"Ini menjadi pertanyaan karena setelah pergi baru dijelaskan. Seharusnya sebelum berangkat sudah disampaikan ke publik, agar rakyat tahu apa yang ingin dicapai," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran juru bicara kepresidenan dan Sekretariat Negara dalam menyampaikan agenda luar negeri Presiden secara transparan kepada masyarakat.
"Setneg atau juru bicara harus menjelaskan apa agenda perjalanan luar negeri tersebut dan apa yang ingin dicapai," kata Andreas.
Menurut dia, keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah, terutama dalam hal diplomasi luar negeri yang menggunakan mandat negara.
Andreas menambahkan, komunikasi publik tidak cukup hanya menampilkan aspek seremonial dari kunjungan Presiden.
"Tidak bisa hanya disampaikan misalnya kunjungan ini, lalu ada kegiatan seremonial. Itu bukan argumentasi yang cukup," ujarnya.
JAKARTA Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina. Kapten Albiceleste itu mengumumkan pensiun dari se
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pemberian tunjangan khusus bagi dokt
KESEHATAN
JAKARTA Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla harus dilakukan t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru tidak hanya terjadi di Univers
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan keberhasilan penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bergantung pad
NASIONAL
JAKARTA Keluarga mendiang Sutrimo mendesak Polda Metro Jaya mencari ponsel milik korban yang hingga kini belum ditemukan. Keluarga menil
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung memeriksa tujuh orang saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis atau
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Naomi Sari Kristiani Harefa, adik Iman Harefa, membantah tudingan di media sosial yang menyebut dirinya diduga terlibat dalam kema
HUKUM DAN KRIMINAL
MALUKU Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menetapkan eks Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Maluku Tengah Muhammad Marasabessy sebagai tersangka
LABUHANBATU SELATAN Dua pejabat senior Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Saripuddin dan Hj. Agustina Nasution, memasuk
PEMERINTAHAN