Bukan Tak Percaya Dokter Indonesia, Ini Alasan Naniek Deyang Pilih Berobat ke Luar Negeri
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang, mengungkap alasan memilih menjalani pengobatan penyakit jantun
KESEHATAN
JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengungkapkan tugas yang akan dijalankan dua Wakil Kepala BGN yang baru ditunjuk Presiden Prabowo Subianto, yakni Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.
Menurut Nanik, keduanya akan mengemban peran strategis dalam pembenahan tata kelola lembaga sekaligus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Agustina Arum Sari ditugaskan untuk memperkuat pengawasan internal, termasuk audit tata kelola dan keuangan negara di lingkungan BGN.Baca Juga:
Nanik mengatakan penugasan tersebut sejalan dengan pengalaman panjang Arum di bidang pengawasan dan audit.
"Beliau memiliki pengalaman selama 34 tahun di bidang pengawasan dan audit. Sesuai arahan Presiden, beliau akan mengawasi secara ketat tata kelola serta pengelolaan keuangan negara di BGN," kata Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Kamis, 5 Juni 2026.
Selain mengawasi tata kelola lembaga, Arum juga diberi mandat untuk memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Sementara itu, Mayjen TNI Trenggono mendapat tugas memperkuat implementasi Program MBG di wilayah 3T.
Nanik menjelaskan, pengalaman Trenggono dalam bidang teritorial menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penunjukan tersebut.
Menurut dia, tantangan distribusi dan pelaksanaan program di daerah terpencil membutuhkan pendekatan yang berbeda dibanding wilayah perkotaan.
"Untuk wilayah 3T kami membutuhkan kemampuan teritorial yang kuat agar program dapat menjangkau masyarakat secara optimal," ujarnya.
Nanik memastikan Trenggono telah memproses pengunduran diri dari dinas aktif TNI setelah menerima penugasan sebagai Wakil Kepala BGN.
Selain menjelaskan pembagian tugas wakil kepala, Nanik juga memaparkan empat prioritas utama yang akan dijalankan BGN dalam waktu dekat.
Prioritas pertama adalah melakukan penataan ulang sasaran penerima manfaat Program MBG.
Menurut dia, BGN akan lebih menekankan kualitas layanan dibanding mengejar target kuantitas penerima manfaat.
Fokus program akan diarahkan kepada kelompok yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik tingkat sekolah dasar.
Langkah kedua adalah melakukan moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG guna menata kembali distribusi fasilitas yang dinilai belum merata di berbagai daerah.
Prioritas ketiga berupa peningkatan kualitas dapur MBG yang telah beroperasi, termasuk perbaikan sarana, prasarana, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Adapun prioritas keempat adalah penyusunan skema alternatif pelaksanaan MBG di wilayah 3T agar program tetap berjalan efektif tanpa memberikan beban tambahan yang signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kami akan fokus pada efisiensi anggaran sekaligus memastikan program tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," kata Nanik.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BGN melakukan pembenahan internal sekaligus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.*
(km/ad)
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang, mengungkap alasan memilih menjalani pengobatan penyakit jantun
KESEHATAN
MEDAN Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan sementara penyebab ledakan yang menghancurkan sebuah rum
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (22/7/2026). Pengunduran di
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah mulai mematangkan skema baru penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi gaya komunikasi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Istana Kepresidenan meminta Do
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNIPolri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta
NASIONAL
NIAS UTARA Budidaya rumput laut menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Nias Utara. Melihat potensi tersebut,
EKONOMI
JAKARTA Polda Metro Jaya memastikan akan memanggil advokat Hotman Paris Hutapea terkait laporan dugaan penghinaan terhadap profesi wartaw
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tidak jadi dibubarkan. Keputusan terseb
EKONOMI
BATU BARA PT INALUM (Persero) kembali membuka Program Magang Mahasiswa Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pen
PENDIDIKAN