BREAKING NEWS
Rabu, 10 Juni 2026

Lawan Kecanduan Gadget, Unmuha Gelar Festival Permainan Tradisional dan Kesehatan Mental di Banda Aceh

T.Jamaluddin - Rabu, 10 Juni 2026 20:49 WIB
Lawan Kecanduan Gadget, Unmuha Gelar Festival Permainan Tradisional dan Kesehatan Mental di Banda Aceh
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar Festival Permainan Tradisional dan Kesehatan Mental di halaman kampus, Banda Aceh, Rabu (10/6/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH - Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar Festival Permainan Tradisional dan Kesehatan Mental di halaman kampus, Banda Aceh, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema "Melestarikan Budaya, Membangun Kebersamaan, dan Meningkatkan Kesehatan Mental melalui Permainan Tradisional".

Festival ini merupakan bagian dari proyek akademik mata kuliah kesehatan mental yang melibatkan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi Unmuha, pelaku UMKM, serta sejumlah sponsor lokal.

Baca Juga:

Dekan Fakultas Psikologi Unmuha, Hanna Amalia, mengatakan kegiatan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya ketergantungan generasi muda terhadap gawai yang berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik dan interaksi sosial.

"Kami percaya permainan luar ruangan memiliki dampak besar bagi perkembangan sosial dan emosional. Kegiatan ini juga berkaitan langsung dengan kesehatan mental karena menghadirkan keceriaan dan interaksi sosial," kata Hanna.

Menurut dia, permainan tradisional tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran nilai-nilai seperti sportivitas, kerja sama, serta kemampuan mengelola emosi.

Rektor Unmuha, Universitas Muhammadiyah Aceh, Aslam Nur, menilai festival ini sebagai upaya menjaga ruang interaksi sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

"Pengenalan kembali permainan tradisional memberi dampak nyata bagi penguatan karakter, kreativitas, dan kebersamaan generasi muda," ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas manfaatnya, tidak hanya bagi pelajar peserta, tetapi juga masyarakat umum sebagai alternatif aktivitas yang sehat dan edukatif bagi anak-anak.

Ketua panitia menjelaskan, festival ini diikuti oleh pelajar SMA sederajat dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Selain itu, puluhan pelaku UMKM turut meramaikan kegiatan dengan membuka stan produk lokal di area acara.

Berbagai permainan tradisional diperlombakan dalam festival ini, antara lain lompat tali karet, engklek, gasing, kelereng, bakiak, tarik tambang, hingga permainan batok kelapa.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
JMFF 2026 Resmi Dibuka, Jadi Wadah Sineas Muda Unjuk Karya Film Pendek
Cuaca Aceh Hari Ini: Banda Aceh dan Sabang Berpotensi Petir, Aceh Utara Diguyur Hujan Sedang
Kapolda Aceh Sambut Mendagri Tito Karnavian di Bandara SIM, Bahas Kunjungan Kerja Dua Hari
Satgas PRR Dorong Sinkronisasi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh
Di Depan Mendagri, Mualem Blak-blakan Soal Lambatnya Pemulihan Pascabencana Aceh: Sawah Masih Terbengkalai, Infrastruktur Rusak
Kapolda Aceh Tinjau SPN Seulawah, Tekankan Peningkatan Kompetensi Peserta Prolat Kewilayahan 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru