Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Bahkan, bahan rapat yang diperlukan untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan DPR disebut baru diterimanya menjelang pelaksanaan kegiatan.
"Kalau mau RDPT aja saya tanya bahan. Dikasihnya besok, pagi mau RDPT nih bahan jadi ya gua baca di situ. Jadi gua gak tau yang disusun tuh apa. Di situlah saya kemudian apa sih yang terjadi," ujarnya.
Nanik juga menjelaskan bahwa kewenangannya saat menjabat Wakil Kepala Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik terbatas pada penanganan kejadian luar biasa atau kondisi tertentu yang membutuhkan respons cepat.
Menurut dia, fungsi investigasi yang melekat pada jabatannya tidak mencakup pengawasan terhadap pengelolaan anggaran atau proses pengadaan.
"Di situ kan dikavling, gua kan Wakil Kepala Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, tapi investigasi gua tuh dikavling lagi, cuma kalau ada kejadian KLB (kejadian luar biasa). Jadi bukan investigasi duit apa itu kaga. Jadi bagian gua tuh bagian di pinggiran banget. Jadi siapa yang berbuat gua yang jadi penyiram air," katanya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan dana maupun proses pengadaan yang menjadi sorotan publik.
Perdebatan mengenai Program Makan Bergizi Gratis belakangan menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai kritik terkait efektivitas, sasaran penerima manfaat, hingga tata kelola anggaran program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut.
Hingga kini, pemerintah melalui BGN terus menegaskan komitmennya untuk menjalankan program secara transparan dan akuntabel guna mendukung peningkatan gizi masyarakat serta menekan angka stunting di Indonesia.*
(tm/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.