BREAKING NEWS
Minggu, 21 Juni 2026

Miris! 18,7 Juta Rumah di Indonesia Masih Belum Layak Huni, Pulau Jawa Mendominasi

Adelia Syafitri - Minggu, 21 Juni 2026 11:45 WIB
Miris! 18,7 Juta Rumah di Indonesia Masih Belum Layak Huni, Pulau Jawa Mendominasi
ilustrasi. (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap masih tingginya jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, tercatat sebanyak 18,77 juta rumah tangga masih menempati rumah milik sendiri yang kondisinya belum layak huni.

Data tersebut menunjukkan persoalan kualitas hunian masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah, terutama di wilayah Pulau Jawa yang mendominasi jumlah temuan rumah tidak layak huni secara nasional.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah rumah tidak layak huni tertinggi di Indonesia. Disusul Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, dan DKI Jakarta.

Baca Juga:

"Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional 2025, di Indonesia terdapat sekitar 18,8 juta rumah tangga yang rumahnya milik sendiri tetapi tidak layak huni," ujarnya,dikutip Minggu (21/6/2026).

Berikut 10 provinsi dengan jumlah rumah tidak layak huni tertinggi berdasarkan data Susenas 2025:

1. Jawa Barat: 4.685.000 rumah tangga
2. Jawa Timur: 2.291.400 rumah tangga
3. Jawa Tengah: 2.180.300 rumah tangga
4. Banten: 836.400 rumah tangga
5. DKI Jakarta: 823.800 rumah tangga
6. Lampung: 647.300 rumah tangga
7. Sumatera Selatan: 635.700 rumah tangga
8. Sumatera Utara: 614.700 rumah tangga
9. Nusa Tenggara Timur (NTT): 455.300 rumah tangga
10. Nusa Tenggara Barat (NTB): 397.200 rumah tangga

Temuan tersebut masuk dalam kategori backlog perumahan, yakni kebutuhan rumah yang belum terpenuhi. Dalam hal ini, backlog mencakup rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri maupun rumah milik sendiri yang kondisinya tidak layak untuk ditempati.

Untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni, pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menggulirkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan bantuan renovasi rumah.

Pada tahun 2026, pemerintah menyiapkan kuota sebanyak 400 ribu unit rumah untuk program bedah rumah. Khusus DKI Jakarta, jumlah kuota bantuan ditingkatkan menjadi 10 ribu unit.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan data yang disiapkan BPS akan menjadi dasar penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran. Menurutnya, bantuan pemerintah harus benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan tidak jatuh ke tangan pihak yang sudah mampu secara ekonomi.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gibran Tegaskan Pembangunan Tak Lagi Jawa-Sentris Saat Kunker ke Papua Barat
Purbaya: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Lampaui Rata-rata Negara G20 dan ASEAN
Ara Tegas! Orang Kaya Tak Boleh Lagi Nikmati Program Bedah Rumah Pemerintah
Ironi Pendidikan Vokasi, Lulusan SMK Masih Jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Indonesia
Dasco Temui Mahasiswa Pendemo, Langkah Dialogis Tuai Apresiasi
Libur Sekolah Dimulai, Tiket Kereta di Sumut Mulai Diserbu, 130 Ribu Kursi Disiapkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru