BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Lidia Thorpe Tantang Raja Charles III dengan Teriakan ‘Kembalikan Tanah Kami’ di Parlemen Australia!

BITVonline.com - Senin, 21 Oktober 2024 07:22 WIB
Lidia Thorpe Tantang Raja Charles III dengan Teriakan ‘Kembalikan Tanah Kami’ di Parlemen Australia!
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

AUSTRALIA -Kunjungan Raja Inggris Charles III ke parlemen Australia pada Senin (21/10) waktu setempat menjadi sorotan publik setelah insiden tak terduga terjadi. Senator Lidia Thorpe, seorang anggota parlemen independen, meneriakkan slogan-slogan antikolonial yang mengejutkan anggota parlemen dan pejabat Australia lainnya. Teriakan Thorpe terjadi setelah Raja Charles menyampaikan pidatonya di depan anggota parlemen.

“Kembalikan tanah kami! Berikan kepada kami, apa yang telah Anda curi dari kami!” teriak Thorpe dalam serangkaian kecaman yang berlangsung hampir satu menit. Ia menegaskan, “Ini bukan tanah Anda, Anda bukanlah raja saya,” menegaskan pandangannya tentang kolonialisasi yang dialami oleh penduduk asli Australia.

Insiden ini mencerminkan ketegangan yang mendalam dalam hubungan Australia dengan sejarah kolonialnya. Thorpe mengecam apa yang ia sebut sebagai “genosida” terhadap penduduk asli Australia oleh para pemukim Eropa. Sejak lebih dari satu abad, Australia berada di bawah kekuasaan Inggris, dan selama periode itu, ribuan warga Aborigin dibunuh dan banyak komunitas kehilangan tempat tinggal mereka.

Baca Juga:

Meskipun Australia secara de facto memperoleh kemerdekaan pada tahun 1901, statusnya sebagai monarki konstitusi yang dipimpin oleh raja Inggris masih menjadi perdebatan. Raja Charles kini berfungsi sebagai kepala negara Australia, suatu posisi yang hingga kini belum pernah diubah menjadi republik.

Kunjungan Raja Charles merupakan bagian dari tur sembilan hari di kawasan Australia dan Samoa, yang menjadi perjalanan luar negeri pertamanya setelah didiagnosis kanker yang mengubah hidupnya pada awal tahun ini. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara Inggris dan Australia, tetapi tampaknya juga membuka kembali diskusi mengenai isu-isu ketidakadilan yang dialami oleh penduduk asli.

Baca Juga:

Lidia Thorpe dikenal luas karena aksi politiknya yang kerap menarik perhatian, serta sikap tegasnya menentang monarki. Dalam momen yang mencolok saat pelantikannya pada tahun 2022, ia mengangkat tangan kanannya saat diambil sumpah untuk melayani Ratu Elizabeth II, yang saat itu merupakan kepala negara Australia. Dalam sumpahnya, ia menyatakan, “Saya berdaulat, Lidia Thorpe, dengan sungguh-sungguh dan secara tulus bersumpah bahwa saya akan setia kepada Yang Mulia Ratu Elizabeth II yang menjajah.” Ucapannya ini langsung ditegur oleh ketua majelis, Sue Lines, yang mengingatkannya untuk mengikuti teks yang telah ditentukan.

Kunjungan Raja Charles III juga bertepatan dengan momen penting dalam sejarah Australia. Pada tahun 1999, warga Australia menolak pencopotan Ratu Inggris sebagai kepala negara, dengan suara tipis setelah adanya perselisihan mengenai apakah penggantinya seharusnya dipilih oleh anggota parlemen atau oleh masyarakat. Terlebih lagi, pada tahun 2023, warga Australia menolak langkah-langkah untuk mengakui penduduk asli Australia dalam konstitusi dan membentuk majelis konsultatif penduduk asli.

Insiden ini menyoroti bahwa meskipun Australia telah berjalan jauh dari era kolonial, isu-isu sejarah dan keadilan sosial tetap menjadi topik yang hangat dan sensitif. Teriakan Lidia Thorpe di parlemen bukan hanya sekadar protes, tetapi juga panggilan untuk mengingat dan mengatasi luka yang masih dirasakan oleh penduduk asli Australia.

Kunjungan Raja Charles III ke Australia diharapkan dapat membuka dialog mengenai isu-isu ini, meskipun reaksi yang terjadi menunjukkan bahwa banyak yang masih merasa terpinggirkan dan tidak terwakili dalam struktur kekuasaan yang ada.

(N/014)

0 komentar
Tags
beritaTerkait
Uya Kuya Sampaikan Permohonan Maaf Tulus untuk Masyarakat Indonesia
Amir Hamzah: Prabowo Berisiko Terjebak Skema Politik Geng Solo, Mirip Skenario Jatuhnya Orde Baru 1998
Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Tapanuli Selatan, Kuasa Hukum Percaya Polres Tapsel Akan Bertindak Tegas
Ormas Islam Siap Sinergi dengan Prabowo untuk Ajak Warga Tenang dan Jaga Kondusifitas Pasca-Kericuhan
Arus Lalu Lintas di Kawasan Polda Metro Jaya Kembali Lancar Pasca Demonstrasi BEM UI dan BEM SI
TikTok Hentikan Fitur Live di Indonesia Terkait Kondisi Keamanan Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru