Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).
Dalam keterangan resminya, Rabu (24/6/2026), Kemhan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
"Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua peserta Program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer di satuan pendidikan TNI," tulis Kemhan.
Baca Juga:
Peserta pertama yang meninggal dunia adalah Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Anisa mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke atau serangan panas.
Sementara itu, peserta lainnya bernama Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026.
Yonanda juga sempat mendapat penanganan dari tenaga kesehatan satuan dan dirujuk ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Kemhan menegaskan kedua peserta telah mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan kesehatan yang menjadi syarat utama sebelum menjalani pendidikan dan pelatihan.
Menurut Kemhan, seluruh peserta yang mengikuti program telah dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan sebelum pelaksanaan Latsarmil.
Meski demikian, peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah. Kemhan memastikan aspek keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Program SPPI.
Evaluasi terhadap pelaksanaan latihan, pengawasan kesehatan, hingga mekanisme penanganan darurat akan menjadi bagian dari langkah perbaikan yang dilakukan ke depan.
Kemhan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua peserta dan berharap mereka diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.* (in/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.