Bahas Narkoba Hingga Asusila Kapolres Aceh Timur Turun Langsung 'Ngopi Bareng' Warga Peudawa
ACEH TIMUR Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto menggelar ngopi bareng bersama elemen masyarakat di Kecamatan Peudawa, Rabu (30/9/
NASIONAL
JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seharusnya lebih difokuskan pada penguatan kemampuan manajemen koperasi dibandingkan latihan fisik yang berlebihan. Pernyataan itu disampaikan menyusul meninggalnya tiga peserta saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).
Hasanuddin mengatakan, pelatihan bagi calon manajer koperasi sebaiknya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas organisasi, kemampuan manajerial, serta keterampilan teknis yang relevan dengan tugas mereka di lapangan.
"Kalau memang peserta dipersiapkan untuk jabatan manajerial di Koperasi Desa, maka fokus utama sebaiknya diberikan pada pelatihan manajemen koperasi, penguatan kapasitas organisasi, dan pelatihan teknis yang relevan," ujar Hasanuddin dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).Baca Juga:
Menurutnya, materi latihan dasar militer cukup diberikan pada tingkat dasar dengan tujuan membangun disiplin, kekompakan, dan semangat kebersamaan, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan peserta.
Hasanuddin juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan yang ketat sebelum peserta mengikuti aktivitas fisik. Ia mengingatkan bahwa proses skrining kesehatan yang tidak maksimal dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi darurat saat pelatihan berlangsung.
Selain itu, ia meminta Kementerian Pertahanan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, mulai dari proses seleksi kesehatan, intensitas latihan, pengawasan medis, hingga kesesuaian materi pelatihan dengan kompetensi yang dibutuhkan calon manajer koperasi.
"Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Program yang bertujuan membangun kapasitas sumber daya manusia tidak boleh mengorbankan aspek kesehatan dan keamanan peserta," tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi tiga calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil di lokasi pendidikan yang berbeda.
Berdasarkan penjelasan Kemenhan, dua peserta meninggal akibat gangguan kesehatan yang berujung pada henti jantung, sementara satu peserta lainnya meninggal setelah mengalami komplikasi penyakit tuberkulosis (TB).
Saat ini, Kementerian Pertahanan bersama panitia penyelenggara tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sekaligus memperkuat pengawasan kesehatan peserta guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.* (k/dh)
ACEH TIMUR Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto menggelar ngopi bareng bersama elemen masyarakat di Kecamatan Peudawa, Rabu (30/9/
NASIONAL
MEDAN Rumah Sakit Adam Malik Medan memperkuat layanan jantung dengan menghadirkan teknologi Pulse Field Ablation (PFA) untuk menangani pas
KESEHATAN
BOGOR Temuan hunian dengan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendapat sorotan media asing. Kasus t
NASIONAL
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan pada Rabu (30/9/2026) tercatat masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Berdasarkan data peman
KESEHATAN
JAKARTA Ombudsman RI mengungkap dugaan pungutan liar (pungli) di Rutan Kelas I Pondok Bambu, Jakarta Timur. Warga binaan disebut harus memb
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kolonel TNI Cba Harfan Bahar didakwa memesan narkotika jenis sabu dan ekstasi dari mantan pacarnya, Januwati. Dalam dakwaan disebutka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. OK Saidin mengusulkan pembentukan Komite Integritas Riset Nasi
PENDIDIKAN
JAKARTA Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang memp
POLITIK
LUBUK PAKAM Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Deli Serdang tercatat sebesar 7,69 persen berdasarkan data Badan Pusat Statisti
EKONOMI
JAKARTA Penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ditetapkan berkisar Rp6,3 juta hingga Rp8,3 juta per bulan. Pemerin
EKONOMI