BREAKING NEWS
Senin, 06 Juli 2026

Dosen ASN Curhat di Sidang MK, Cerita Sulitnya Hidup dengan Gaji Rp3 Jutaan: Tak Cukup, Terpaksa Cari Penghasilan Tambahan

Adelia Syafitri - Senin, 06 Juli 2026 18:29 WIB
Dosen ASN Curhat di Sidang MK, Cerita Sulitnya Hidup dengan Gaji Rp3 Jutaan: Tak Cukup, Terpaksa Cari Penghasilan Tambahan
Seorang dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bandung, Imam Ahmad, saat menjadi saksi dalam sidang uji materi Undang-Undang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (6/7/2026). (foto: MK RI/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pada 2019, Imam resmi diterima sebagai CPNS dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung.

Namun, ia mengaku terkejut ketika mengetahui besaran penghasilan yang diterimanya.

Sebagai CPNS, ia hanya menerima sekitar Rp2,2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan setelah ditambah berbagai tunjangan. Padahal saat itu ia sudah berkeluarga.

"Saya saat itu kaget, ternyata gaji CPNS dosen yang pendidikannya S2, yang sudah mengikuti seleksi yang begitu sulit, hanya selisih beda dikit dengan guru honorer di Provinsi Jawa Barat," katanya.

Setelah diangkat menjadi PNS penuh, penghasilannya meningkat menjadi sekitar Rp2,8 juta hingga Rp3 juta per bulan.

Dua tahun kemudian, ia memperoleh tunjangan jabatan fungsional sebesar Rp375 ribu setelah memenuhi berbagai persyaratan administrasi.

Menurut Imam, total penghasilan sekitar Rp3,3 juta per bulan masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di Kota Bandung.

"Yang Mulia, tinggal di Kota Bandung. S2 itu sudah punya istri, rata-rata sudah mau menikah, dan sudah punya anak. Tapi saya, PNS, hanya gaji Rp3,3. Itu sudah gaji plus tunjangan. Bukan hanya gaji pokok," ungkapnya.


Ia menjelaskan, biaya kontrakan yang layak mencapai lebih dari Rp2 juta per bulan.

Belum lagi kebutuhan makan, pendidikan anak, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Kondisi tersebut membuat Imam bersama istrinya membuka usaha kecil-kecilan dengan berjualan bubur bayi dan pakaian anak setiap kegiatan Car Free Day (CFD).

Barang yang dijual dibeli secara daring, kemudian dipasarkan kembali secara langsung.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wakil Wali Kota Medan Hadiri Syukuran Gedung Baru Bimbel Scholaris, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Generasi Muda
Rico Waas Buka Pelatihan Kerja Inklusif, Penyandang Disabilitas dan Perempuan Jadi Prioritas
Tak Hanya Pasta Cabai, Paviliun Batu Bara di PRSU 2026 Tampilkan Produk Anti Inflasi dan Inovasi UMKM
PRSU ke-50 Tampil Lebih Modern, Cek Jadwal Konser Artis Nasional dan Harga Tiketnya
Pengamat Soroti Dugaan Korupsi Seragam Sekolah Langkat, Orang Tua Murid Jadi Korban
Muhammadiyah Aceh Soroti SPMB dan Sekolah 5 Hari, Tegaskan Pendidikan Harus Berpihak pada Anak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru