BREAKING NEWS
Senin, 06 Juli 2026

Tak Hanya Pasta Cabai, Paviliun Batu Bara di PRSU 2026 Tampilkan Produk Anti Inflasi dan Inovasi UMKM

BITV Admin - Senin, 06 Juli 2026 16:56 WIB
Tak Hanya Pasta Cabai, Paviliun Batu Bara di PRSU 2026 Tampilkan Produk Anti Inflasi dan Inovasi UMKM
Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, SH. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah Kabupaten Batu Bara menghadirkan produk olahan cabai sebagai unggulan di Paviliun Kabupaten Batu Bara pada ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026.

Produk tersebut dipilih sebagai salah satu upaya memperkenalkan hasil hilirisasi pertanian sekaligus mendukung pengendalian inflasi melalui pemanfaatan komoditas cabai.

Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, SH, mengatakan produk utama yang ditampilkan di paviliun adalah pasta cabai beku (frozen) dan pasta cabai kering yang diproduksi oleh Rumah Produksi Bersama (RPB) Petani Cabai di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir.

Baca Juga:

Menurut Baharuddin, fasilitas produksi tersebut mampu mengolah cabai dalam jumlah besar sehingga memberikan nilai tambah bagi hasil panen petani.

"Rumah Produksi Bersama atau Pabrik Pasta Cabai bantuan Kementerian Koperasi dan UKM RI yang ada di Desa Lubuk Cuik dirancang dengan kecepatan produksi mencapai 300 kg per jam. Fasilitas hilirisasi Cabai ini dibangun untuk memanfaatkan pasokan cabai dari wilayah sentra terbesar kedua di Sumatera Utara yang menghasilkan surplus 12-15 ton per hektare dan mencapai 40-50 ton per hari saat panen puncak," ungkap Baharuddin.

Ia menjelaskan, rumah produksi tersebut memiliki kapasitas sekitar enam ton cabai per hari atau setara sekitar 1.440 ton pasta cabai dalam satu tahun.

Kehadiran fasilitas itu diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas harga cabai sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain produk pasta cabai, Paviliun Kabupaten Batu Bara juga menampilkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari sejumlah desa.

Beragam produk makanan khas pesisir, kerajinan tangan, hingga produk fesyen lokal diperkenalkan kepada pengunjung sebagai bagian dari promosi potensi ekonomi kreatif Kabupaten Batu Bara.

Pemerintah daerah berharap keikutsertaan dalam PRSU menjadi kesempatan untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat Sumatera Utara maupun wisatawan yang datang ke arena pameran.

Sementara itu, Tim Peneliti dan Inovasi Tata Kelola Limbah Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si. dan Dra. Dara Aisyah, M.Si., Ph.D., berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM yang mengembangkan produk inovasi berbahan limbah organik kulit kerang atau mentarang.

Menurut mereka, sejumlah pelaku UMKM di wilayah pesisir telah berhasil menghasilkan berbagai produk pangan berkalsium, seperti kue rasidah, kue sampan, kue kipas, bandrek berkalsium, hingga es lilin berkalsium.

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Labusel Jenguk Korban Kecelakaan Maut Kotapinang, Janji Biaya Pengobatan Diurus hingga Tuntas
Gantikan Ondim Jadi Plt Bupati Langkat, Tiorita Surbakti Ingatkan OPD: Hindari Korupsi!
Bobby Nasution Akui Pernah Tegur Dugaan Kejanggalan di Pemkab Langkat Sebelum OTT KPK
Sekda Aceh Dorong Sinergi Daerah Tekan Inflasi dan Percepat Digitalisasi Ekonomi
Gantikan Ondim yang Terjaring OTT KPK, Tiorita Surbakti Resmi Jabat Plt Bupati Langkat
PRSU ke-50 Tampil Lebih Modern, Cek Jadwal Konser Artis Nasional dan Harga Tiketnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru