BREAKING NEWS
Jumat, 17 Juli 2026

TNI Jadi Sopir Truk BBM di Sumut, Istana Buka Suara

Dharma - Jumat, 17 Juli 2026 09:58 WIB
TNI Jadi Sopir Truk BBM di Sumut, Istana Buka Suara
Prajurit TNI jadi sopir truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara (Sumut). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah angkat bicara mengenai langkah pengerahan prajurit TNI untuk membantu mengemudikan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara (Sumut) di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan keterlibatan personel TNI bukan berkaitan dengan persoalan militer, melainkan sebagai upaya memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.

"Bukan masalah TNI-nya, tapi bagaimana memastikan seluruh proses distribusi tidak boleh ada gangguan sedikitpun," ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga:

Menurut Prasetyo, kehadiran prajurit TNI sebagai pengemudi truk tangki BBM dilakukan untuk membantu memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

"Untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat semua terpenuhi," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut persoalan antrean BBM di sejumlah SPBU bukan disebabkan oleh keterbatasan stok.

Menurut Bobby, berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, masalah utama berada pada proses distribusi karena adanya penghentian kerja massal pengemudi mobil tangki BBM.

"Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBM-nya. Tapi pengemudi yang antar BBM-nya terjadi pemberhentian massal," kata Bobby saat ditemui di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (14/7/2026).

Bobby menjelaskan, kondisi tersebut membuat sejumlah truk pengangkut BBM tidak dapat beroperasi sehingga berdampak pada pasokan ke SPBU.

"Karena ada pemberhentian massal, truk pengangkutnya tidak bisa beroperasi. Maka dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina, petugas TNI dan Polisi untuk menjadi driver dan mengantar serta mengecek pengamanan pasokan BBM," jelasnya.

Selain membantu mengemudikan kendaraan tangki, personel TNI dan Polri juga bertugas menjaga keamanan selama proses distribusi BBM dari terminal menuju SPBU.

Meski bantuan personel TNI-Polri telah dikerahkan, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Medan dan wilayah lain di Sumatera Utara.

Beberapa SPBU bahkan sempat menghentikan operasional karena stok BBM kosong.

Di kawasan Jalan Jamin Ginting, Medan, sejumlah SPBU dilaporkan tidak melayani pembelian karena ketersediaan BBM terbatas.

Sementara itu, antrean panjang kendaraan terjadi di beberapa SPBU lain, mulai dari kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga kendaraan berat seperti truk dan kontainer.

Di sejumlah lokasi, pengendara harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, khususnya jenis Solar.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi antrean terjadi akibat peningkatan konsumsi BBM masyarakat setelah masa libur sekolah.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan lonjakan kebutuhan tersebut membuat distribusi harus menyesuaikan kapasitas angkutan.

"Kami menyadari masyarakat harus mengeluarkan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM, termasuk para pengemudi angkutan umum, pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Atas kondisi tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara yang terdampak," ujarnya.

Menurut Fahrougi, peningkatan konsumsi BBM membutuhkan penyesuaian jumlah perjalanan mobil tangki agar distribusi kembali seimbang dengan kebutuhan masyarakat.

Polda Sumatera Utara juga menyiapkan 10 personel yang memiliki kemampuan mengemudikan kendaraan tangki BBM untuk membantu mempercepat distribusi energi.

Kepala Biro Operasi Polda Sumut Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan langkah tersebut merupakan solusi sementara agar pasokan BBM tetap berjalan.

"Kami menyiapkan tambahan 10 personel Polri untuk membantu sebagai pengemudi kendaraan tangki BBM. Ini merupakan langkah sementara agar distribusi BBM tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," ujarnya.

Ia memastikan personel yang ditugaskan telah mendapatkan pelatihan khusus serta memahami prosedur keselamatan dalam pengoperasian kendaraan tangki BBM.

Di tengah polemik distribusi BBM, seorang awak mobil tangki (AMT) PT Pertamina yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan pandangan berbeda.

Ia membantah adanya aksi mogok massal pengemudi tangki BBM dan menyebut sebagian besar AMT masih siap bekerja.

"AMT ready semua ya. Nggak ada itu yang katanya mogok kerja. Bahkan sampai perbantuan dari Aceh sana, AMT dipanggil. Sampai sana dipanggil kemari. Pergi kemari pun bukan kerja. Nggak ada. Duduk-duduk di kantin aja kadang," ujarnya.

Ia menduga persoalan BBM bukan terletak pada ketersediaan stok, melainkan adanya masalah internal dalam sistem distribusi.

Namun, tudingan tersebut belum dibuktikan secara resmi dan masih membutuhkan pendalaman dari pihak terkait.

Sopir tersebut juga berharap pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh agar persoalan distribusi BBM tidak kembali terjadi dan masyarakat tidak menjadi pihak yang paling terdampak.* (tm/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tersangka Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung Hari Ini, Kuasa Hukum Bantah Dugaan TPPU
Update Harga Bahan Pokok: Cabai Masih Mahal, Berapa Harga Beras dan Telur Hari Ini?
Koperasi "Alat Orang Miskin"
UMKM Wajib Tahu! KUR BCA 2026 Resmi Dibuka, Pinjaman Rp100 Juta Bisa Dicicil Mulai Rp1,9 Juta per Bulan
Bupati Asahan Dorong Sinergi PKK dan OPD, Minta Program Pemberdayaan Keluarga Berjalan Maksimal
Wagub Sumut Surya Ajak Prancis Perkuat Kerja Sama Investasi, Pendidikan, hingga Energi Terbarukan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru