Hotman Paris: Febrie Adriansyah Jalani 18 Pertanyaan, Pemeriksaan Masih Fokus Kasus Asabri
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA — Sejumlah anggota Komisi IX DPR RI mempertanyakan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diperoleh Badan Gizi Nasional (BGN) pada laporan keuangan tahun 2025. Dalam rapat bersama pimpinan BGN, anggota dewan menyoroti adanya perbedaan antara opini WTP dengan tingkat realisasi anggaran yang dinilai masih rendah.
Rapat yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026), membahas laporan keuangan BGN pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana. Sejumlah anggota DPR meminta penjelasan mengenai dasar pemberian opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Anggota Komisi IX DPR Muazzim Akbar bahkan mempertanyakan apakah predikat WTP tersebut sudah mencerminkan kinerja pengelolaan anggaran secara keseluruhan. Ia menyoroti realisasi anggaran BGN yang menurutnya belum maksimal.Baca Juga:
"Jangan-jangan WTP-nya dibikin-bikin," ujar Muazzim dalam rapat tersebut.
Menurut Muazzim, penghargaan opini WTP perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan penyajian laporan keuangan. Ia meminta agar capaian penggunaan anggaran dan dampak program BGN terhadap masyarakat juga menjadi perhatian.
Selain Muazzim, anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani juga meminta BGN tidak hanya berfokus pada predikat WTP, tetapi menunjukkan capaian program yang telah dirasakan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan lembaga pemerintah tidak cukup hanya diukur melalui laporan keuangan, tetapi juga melalui hasil kerja dan manfaat yang diberikan kepada publik.
Sementara itu, anggota DPR Heru Tjahjono menyoroti adanya tunggakan pembayaran BGN tahun 2025 yang disebut mencapai sekitar Rp1,6 triliun. Ia meminta persoalan tersebut segera diselesaikan agar tidak menjadi beban pada tahun anggaran berikutnya.
"Kalau melihat laporan yang disampaikan, ada tunggakan, ada carry over, ada pembayaran yang harus dibayar tahun depan. Ini harus segera diselesaikan," ujarnya.
Anggota DPR lainnya, Yahya Zaini, turut mempertanyakan dasar BGN mendapatkan opini WTP apabila realisasi anggaran masih berada di kisaran 60 persen. Ia juga meminta penjelasan terkait sejumlah catatan dan temuan dalam pemeriksaan sebelumnya.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan pihak yang paling tepat menjelaskan pemberian opini WTP adalah BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara.
Menurut Agustina, opini WTP bukan berarti tidak ada masalah sama sekali dalam laporan keuangan, melainkan menunjukkan bahwa penyajian laporan telah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum pengusaha Don Ritto menyatakan uang tunai dan emas seberat 74 kilogram yang disita penyidik dari rumah mantan Jaksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap melakukan efisiensi anggaran, termasuk membuka peluang memangkas anggaran s
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin dikenal sebagai bangsa yang hanya berpangku tangan. Menurutnya, Indon
NASIONAL
DELI SERDANG Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral dengan d
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkap adanya kebijakan pada masa kepemimpinan sebelumnya yang meng
NASIONAL
MALANG Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi te
NASIONAL
NAGAN RAYA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal percepatan pembanguna
NASIONAL
ACEH TIMUR Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mematangkan persiapan pembangunan
NASIONAL
MEDAN Fraksifraksi DPRD Provinsi Sumaterafraksi DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)
PEMERINTAHAN