BREAKING NEWS
Jumat, 17 Juli 2026

Pemerintah Matangkan Kajian PLTN, Energi Nuklir Disiapkan Jadi Pilar Ketahanan Listrik Nasional

gusWedha - Jumat, 17 Juli 2026 21:08 WIB
Pemerintah Matangkan Kajian PLTN, Energi Nuklir Disiapkan Jadi Pilar Ketahanan Listrik Nasional
Pemerintah terus mematangkan rencana pengembangan PLTN sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah terus mematangkan rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Meski belum memasuki tahap pembangunan, berbagai kajian mengenai lokasi, teknologi, hingga sistem pengawasan terus dilakukan agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai standar keselamatan.

PLTN mulai dipandang sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat, terutama seiring berkembangnya sektor industri, kawasan manufaktur, hingga pusat data. Selain itu, energi nuklir juga dinilai mampu mendukung target pemerintah dalam menekan emisi karbon menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.

PLTN merupakan pembangkit yang memanfaatkan reaksi fisi nuklir sebagai sumber panas untuk menghasilkan uap yang kemudian menggerakkan turbin pembangkit listrik. Dengan kapasitas sekitar 1.000 megawatt (MW), satu unit PLTN diperkirakan mampu memasok kebutuhan listrik bagi sekitar satu juta rumah.

Baca Juga:

Keunggulan lain dari PLTN adalah kemampuannya beroperasi secara stabil selama 24 jam tanpa bergantung pada kondisi cuaca seperti pembangkit listrik tenaga surya maupun tenaga angin. Karakter tersebut membuat PLTN dinilai cocok sebagai pembangkit beban dasar (base load) dalam sistem kelistrikan nasional.

Selain menghasilkan emisi karbon yang rendah saat beroperasi, penggunaan PLTN juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil sehingga dapat memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Sejumlah wilayah telah dipetakan sebagai lokasi potensial pengembangan PLTN. Bangka Belitung menjadi salah satu daerah yang dinilai paling siap karena didukung infrastruktur dan dukungan pemerintah daerah. Selain itu, Kalimantan Barat juga masuk dalam kajian untuk mendukung kebutuhan energi sektor industri.

Jepara, Jawa Tengah, yang sejak lama telah menjadi lokasi kajian nuklir, masih masuk dalam daftar wilayah potensial. Sementara itu, Sulawesi dipertimbangkan sebagai lokasi pengembangan guna menopang kebutuhan listrik kawasan industri yang terus berkembang.

Meski demikian, pemerintah menegaskan seluruh proyek masih berada pada tahap studi kelayakan dan sosialisasi kepada masyarakat. Belum ada keputusan mengenai pembangunan fisik maupun peletakan batu pertama (groundbreaking).

Aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam pengembangan PLTN di Indonesia. Pemerintah melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menyatakan bahwa teknologi reaktor generasi terbaru telah dilengkapi sistem keamanan pasif yang tetap mampu bekerja meski terjadi gangguan tertentu.

Namun demikian, keberhasilan PLTN tidak hanya bergantung pada teknologi. Pengawasan yang ketat, regulasi yang kuat, pengelolaan limbah radioaktif, hingga kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjamin keamanan operasional pembangkit nuklir.

Pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan teknologi Small Modular Reactor (SMR) sebagai tahap awal pengembangan PLTN. Reaktor berkapasitas sekitar 100 hingga 300 MW tersebut dinilai lebih fleksibel, lebih mudah dibangun, dan sesuai dengan karakter sistem kelistrikan Indonesia yang tersebar di berbagai pulau.

Saat ini pemerintah menargetkan PLTN pertama dapat beroperasi pada rentang tahun 2032 hingga 2034. Namun target tersebut masih bergantung pada hasil studi kelayakan, proses perizinan, konsultasi publik, hingga kesiapan investasi dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Dengan berbagai tahapan yang masih berlangsung, pemerintah menegaskan pengembangan PLTN bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi salah satu pilihan strategis dalam peta energi nasional untuk mendukung kebutuhan listrik jangka panjang Indonesia.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
APDESU INDONESIA Kecewa Dengan Komisi IV DPRD Batu Bara Soal Sampah!!
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Hadiri Raker APPSI, Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Percepat Pembangunan
ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melampaui Atasan, Apa Dampak dan Risikonya?
Pemko Medan Perkuat Statistik Sektoral, Zakiyuddin: Data Berkualitas Jadi Dasar Kebijakan Publik
Pemkab Simalungun Tertibkan Kendaraan Dinas, Tegaskan Larangan Gunakan BBM Subsidi
Pemkab Simalungun Perkuat Perlindungan Perempuan, Targetkan Nol Kasus Kekerasan hingga Tingkat Nagori
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru