BREAKING NEWS
Jumat, 17 Juli 2026

Prabowo: Indonesia Tak Mau Lagi Jadi Bangsa yang Santai, Saatnya Bangkit

Nurul - Jumat, 17 Juli 2026 22:06 WIB
Prabowo: Indonesia Tak Mau Lagi Jadi Bangsa yang Santai, Saatnya Bangkit
Presiden Prabowo Subianto, saat menghadiri Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin dikenal sebagai bangsa yang hanya berpangku tangan. Menurutnya, Indonesia tengah menunjukkan kebangkitan melalui kekuatan dan kemampuan sendiri dalam berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Prabowo mengatakan para pendiri bangsa sejak dahulu telah mengajarkan pentingnya berdiri di atas kemampuan sendiri. Ia menilai Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain dalam membangun masa depan bangsa.

Baca Juga:

"Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri," ujar Prabowo.

Menurut Kepala Negara, sejarah menunjukkan kekayaan alam Indonesia telah lama menjadi incaran bangsa lain. Karena itu, Indonesia harus mampu menjaga dan mengelola sumber daya nasional demi kesejahteraan rakyat.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan kekayaan bangsa dimanfaatkan pihak-pihak yang hanya ingin mengambil keuntungan tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan. Ia menilai kekompakan menjadi modal utama dalam menjaga kedaulatan sekaligus menguasai kembali potensi kekayaan nasional.

"Kita akan menghadapi berbagai tantangan, tetapi itu adalah risiko perjuangan. Kemerdekaan bangsa ini diraih melalui pengorbanan besar, sehingga harus dijaga bersama," katanya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan Indonesia tetap mengedepankan hubungan baik dengan seluruh negara. Pemerintah, kata dia, tidak memiliki keinginan untuk memusuhi negara mana pun, tetapi tetap mengutamakan kepentingan nasional.

Selain menyoroti semangat persatuan, Prabowo kembali mengingatkan komitmennya dalam memberantas praktik korupsi. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada pejabat maupun aparatur yang menyalahgunakan kepercayaan rakyat.

Menurutnya, setiap penyelenggara negara yang digaji dari uang rakyat harus bekerja sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, bukan justru merugikan negara.

Prabowo juga memastikan pemerintah akan memperketat penindakan terhadap berbagai aktivitas ilegal, mulai dari penyelundupan, pertambangan tanpa izin, perkebunan ilegal, perikanan ilegal, hingga praktik perdagangan yang melanggar hukum.

Ia optimistis berbagai tantangan tersebut dapat diatasi apabila seluruh elemen bangsa memiliki tekad, semangat, dan tujuan yang sama dalam membangun Indonesia.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pidato Prabowo, Arah Reformasi dan Warisan Kebangkitan Nasional
Peringati Harkitnas 2026, INALUM Perkuat Semangat Persatuan dan Dedikasi untuk Indonesia Maju
Labuhanbatu Selatan Gelar Harkitnas ke-118, Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Muda
Pemkab Asahan Gelar Upacara Harkitnas ke-118, Wabup Tekankan Kedaulatan dan Literasi Digital
Wakil Bupati Syafrizal Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas ke - 118
Harkitnas ke-118, Wagub Sumut Surya Tekankan Semangat Persatuan dan Kolaborasi untuk Kesejahteraan Rakyat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru