24 Tahun Setelah Sarjana Bareng, Pasangan Aktivis Muhammadiyah Aceh Ini Kompak Raih Gelar Doktor
BANDA ACEH Sebuah kisah inspiratif kembali terukir dari pasangan kader Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh, Dr. H. Muhammad Yamin Abduh, S.E.,
SOSOK
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus memberikan klarifikasi terkait polemik pernyataannya yang disebut menyebut wartawan sebagai "gerombolan sirkus" saat rapat kerja bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan kepala daerah, Kamis (30/7/2026).
Deddy membantah tudingan bahwa dirinya menghina profesi wartawan. Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan pernyataan yang disampaikannya dalam rapat tidak ditujukan kepada awak media, melainkan merujuk pada kondisi ruangan yang saat itu dinilai tidak tertib.
"Tuduhan tersebut tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya saya sampaikan," ujar Deddy dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).Baca Juga:
Deddy menjelaskan, kalimat yang ia sampaikan saat rapat adalah permintaan kepada pimpinan sidang agar ruangan ditertibkan karena banyak orang berdiri dan berkumpul di area rapat.
"Pimpinan, mohon ruangan ditertibkan, banyak sekali yang berdiri di sini, padahal ada ruangan balkon di atas. Sudah seperti sirkus kita ini," kata Deddy mengutip pernyataannya saat rapat.
Menurut Deddy, ungkapan tersebut menggambarkan situasi ruangan yang ramai dan tidak tertata, bukan ditujukan kepada wartawan maupun kelompok tertentu.
Ia menyebut rekaman video rapat dan keterangan peserta yang hadir dapat menjadi bukti bahwa pernyataannya tidak bermaksud merendahkan profesi jurnalistik.
"Tidak ada pernyataan yang ditujukan kepada wartawan maupun individu tertentu," jelasnya.
Deddy juga menegaskan dirinya menghormati peran wartawan sebagai salah satu pilar penting dalam demokrasi. Ia memastikan tidak pernah melarang kegiatan peliputan dalam rapat Komisi II DPR RI yang bersifat terbuka.
Menurutnya, setiap informasi yang beredar di ruang publik harus disampaikan berdasarkan fakta, melalui proses verifikasi dan konfirmasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Deddy berharap polemik tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dengan tetap mengedepankan etika, profesionalisme, serta prinsip keberimbangan dalam penyampaian informasi.
"Apabila terdapat keraguan terhadap informasi yang saya sampaikan, saya siap memberikan klarifikasi melalui Dewan Pers. Saya tegaskan tidak pernah ada niat ataupun kata-kata yang bermaksud merendahkan profesi wartawan," pungkasnya.* (oz/dh)
BANDA ACEH Sebuah kisah inspiratif kembali terukir dari pasangan kader Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh, Dr. H. Muhammad Yamin Abduh, S.E.,
SOSOK
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan dukungannya agar Sumut menjadi tuan rumah Asian Women U20 Vo
OLAHRAGA
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak semestinya dibebankan kepada anggaran
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, menyatakan penahanan kliennya
HUKUM DAN KRIMINAL
BATANG Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirim sejumlah tim ke berbagai negara untuk mempelajari praktik terb
PEMERINTAHAN
BATANG Presiden Prabowo Subianto meresmikan pelaksanaan akad massal 62.710 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar serentak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) merespons positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permoho
NASIONAL
BATANG Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh bangsa Indonesia untuk siap secara mental menghadapi kemungkinan meluasnya perang di
POLITIK
JAKARTA Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa pencarian buron kasus suap PAW anggota DPR, Harun Masiku, masih menjadi beban pikira
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus memberikan klarifikasi terkait polemik pernyataannya yang disebut menyebut wartawan s
NASIONAL