BREAKING NEWS
Jumat, 31 Juli 2026

Kepergok Main HP saat Rapat Zoom, Pegawai BGN Langsung Dimutasi ke Sulawesi Selatan

Johan - Jumat, 31 Juli 2026 19:02 WIB
Kepergok Main HP saat Rapat Zoom, Pegawai BGN Langsung Dimutasi ke Sulawesi Selatan
Kepala BGN Sudaryono memberikan keterangan pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (31/72026). (Foto: Ilyas Fadhilah)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memutuskan memutasi Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Adi Afrianto, setelah kedapatan bermain telepon genggam saat mengikuti rapat melalui Zoom bersama pimpinan.

Sudaryono menjelaskan, keputusan mutasi tersebut diambil sebagai bentuk penegakan disiplin di lingkungan Badan Gizi Nasional. Momen tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah cuplikan rapat virtual itu beredar di media sosial.

"Jadi begini, yang bersangkutan memang saat rapat Zoom terlihat memegang handphone," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga:

Dalam video yang viral, Sudaryono sempat meminta agar pegawai tersebut dipindahkan ke Papua. Namun, setelah dilakukan evaluasi kebutuhan personel, rencana tersebut dibatalkan karena wilayah Papua dinilai telah memiliki kelebihan tenaga Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

"Setelah kami cek, ternyata di Papua tenaga SPPI sudah oversupply. Karena itu, kami tidak memindahkannya ke Papua, tetapi ke daerah lain yang masih membutuhkan tambahan personel, yaitu Sulawesi Selatan," jelasnya.

Selain menyinggung kebijakan mutasi pegawai, Sudaryono juga memaparkan langkah BGN dalam mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, BGN saat ini tengah menyelaraskan data bersama Kementerian Kesehatan untuk menentukan wilayah prioritas penerima program.

Ia mengatakan daerah dengan angka stunting tinggi akan menjadi fokus utama pelaksanaan MBG, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Kami menggunakan data Kementerian Kesehatan untuk menentukan prioritas. Wilayah dengan angka stunting tinggi akan didahulukan, termasuk daerah 3T dan beberapa kabupaten di Pulau Jawa yang juga memiliki prevalensi stunting cukup tinggi," kata Sudaryono.

BGN berharap pemetaan tersebut dapat membuat penyaluran Program Makan Bergizi Gratis lebih tepat sasaran sehingga mampu mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting secara nasional.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Pastikan MBG Tetap Berjalan usai MK Pisahkan Anggaran dari Dana Pendidikan
Data Merah-Kuning-Hijau dari Kejagung, BGN Usut 5.355 SPPG Berpotensi Mens Rea
BGN Ungkap Anomali 414 SPPG, Dana Cair tapi Dapur Belum Jalan
Karut-marut MBG hingga Putusan MK: Menanti Langkah Konkret Presiden
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Tinjau Penyaluran Perdana Program MBG di SLB, Pastikan Lancar dan Tepat Sasaran
Istana Bantah Reshuffle, Tapi Akui Dua Kursi Wamen Masih Kosong: Wamentan dan Imipas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru