BREAKING NEWS
Kamis, 17 September 2026

BGN Ungkap Anomali 414 SPPG, Dana Cair tapi Dapur Belum Jalan

Nurul - Jumat, 31 Juli 2026 16:59 WIB
BGN Ungkap Anomali 414 SPPG, Dana Cair tapi Dapur Belum Jalan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Foto: Doc. Biro Hukum dan Humas BGN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan adanya 414 temuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menerima uang ke rekening, tetapi dapurnya belum beroperasi.

"Dalam proses pemeriksaan, setelah kami periksa semua ribuan-ribuan rekening ini, kami menemukan semacam anomali," kata Sudaryono, dalam konferensi pers di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

"Setelah kami verifikasi satu persatu, kami telah menemukan adanya 414 SPPG atau dapur yang rekeningnya itu kemudian rekeningnya either double atau rekeningnya dapurnya enggak ada, atau dapurnya belum beroperasi," sambung dia.

Baca Juga:

Padahal, kata Sudaryono, pemerintah pusat telah menyalurkan saldo untuk program MBG ke rekening SPPG masing-masing melalui virtual account. "Ternyata, rekening penampungan rekening dapur itu, either dapurnya itu belum beroperasi atau ada yang satu dapur punya beberapa rekening virtual account," tutur dia.

Berangkat dari temuan itu, BGN mengembalikan uang dari SPPG-SPPG tersebut ke negara senilai Rp311.246.295.184. "Sudah kami kembalikan ke kas negara melalui Bank BRI dari 121 SPPG sebesar Rp137,5 miliar, kemudian melalui Bank BNI dari 117 SPPG sebesar Rp74 miliar, Bank Mandiri dari 129 SPPG sebesar Rp71,6 miliar," tutur Sudaryono.

BGN juga mengembalikan uang ke Bank Syariah Indonesia dari 19 SPPG Rp12,9 miliar, dan Bank BTN dari 28 SPPG Rp15,3 miliar. "Totalnya 311,2 miliar, kami kembalikan ke kas negara dari hasil penyisiran kami yang kami temukan sampai dengan saat ini dari 414 SPPG," ujar dia.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tim 9 Kejagung Periksa 7 Perusahaan dalam Kasus TPPU yang Seret Febrie Adriansyah
Rupiah Menguat ke Rp18.055 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya
Deddy Sitorus Klarifikasi Polemik 'Sirkus', Sebut Ucapannya Bukan untuk Wartawan
KPK Sita Rp2,7 Miliar dari OTT Bupati Pemalang, Uang Ditemukan di Rumah hingga Koper
Plt Kepala BKPSDM Madina Jadi Tersangka Korupsi Program Smart Village Rp1,7 Miliar
DPO Kasus Korupsi Kredit Bank Sumut Rp3 Miliar Ditangkap Kejati Sumut di Jakarta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru