Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Dia banyak memberi insentif kemudahan bagi pengusaha, tidak membebaninya. Dia membangun infrastruktur ekonomi, memberi ruang ke pengusaha membangun komplek perumahan, yang membuka ruang bagi pengusaha untuk tumbuh," jelas JK.
JK mengaku masih berstatus mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin ketika Daeng Patompo memimpin Makassar.
Pada masa itu, ia juga mulai meneruskan usaha keluarga yang bergerak di bidang perdagangan, transportasi, otomotif, dan sektor penunjang pangan.
Menurut JK, salah satu langkah penting Daeng Patompo adalah memperjuangkan perluasan wilayah Kota Makassar.
Saat itu luas kota hanya sekitar 21 kilometer persegi, kemudian diperluas menjadi sekitar 175,77 kilometer persegi melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Selain memperluas wilayah, Daeng Patompo juga menetapkan visi pembangunan dengan program pemberantasan 3K, yakni kemiskinan, kebodohan, dan kemelaratan.
Ia juga memiliki cita-cita menjadikan Makassar sebagai kota lima dimensi yang meliputi kota dagang, budaya, industri, akademik, dan pariwisata.
Untuk mendukung pembangunan tersebut, pemerintah kota saat itu memberikan berbagai kemudahan dalam perizinan investasi dan pembangunan.
JK juga menyinggung bahwa pada masa itu pembangunan kota turut didukung melalui legalisasi judi lotto atau lotre totalisator.
Kebijakan tersebut sempat menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dan budayawan.
Meski demikian, JK menyebut kebijakan itu berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah hingga lima kali lipat.
Dana yang diperoleh kemudian digunakan untuk membangun berbagai fasilitas pendidikan, termasuk sejumlah sekolah dasar teladan di Kota Makassar.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.