BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

Ramai Soal 13 Ribu Dapur MBG, Kepala BGN Akhirnya Buka Suara

Abyadi Siregar - Kamis, 06 Agustus 2026 16:27 WIB
Ramai Soal 13 Ribu Dapur MBG, Kepala BGN Akhirnya Buka Suara
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (foto: Dok. BGN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluruskan informasi yang beredar mengenai pembukaan 13 ribu dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut dia, BGN tidak akan langsung mengoperasikan seluruh dapur tersebut, melainkan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan di lapangan.

Penjelasan itu disampaikan Sudaryono dalam konferensi pers mengenai perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Baca Juga:

"Sempat ramai, Pak Menko, ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13 ribu dapur, bukan. Jadi sudah ada di data kita sekitar 13 ribu lebih dapur yang statusnya ada semua, ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai," kata Sudaryono.

Ia menjelaskan, data dapur yang dimiliki BGN akan dipadankan dengan data Kementerian Kesehatan untuk menentukan daerah yang menjadi prioritas, terutama wilayah dengan angka stunting tinggi.

"Maka dari data ini kita overlay dengan data Kementerian Kesehatan, mana yang prioritas, yang stunting-nya tinggi dan tinggi sekali. Itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan dapur yang sudah siap. Ini insyaallah di minggu depan, kita pelan-pelan rilis yang sudah siap ini," ucapnya.

Sudaryono mengatakan hasil pemetaan sementara menunjukkan sekitar 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah siap beroperasi di daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi.

"Dari data overlay tadi, ada 1.700 dapur sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah yang stunting tinggi dan stunting sekali. Ini bertahap kita bereskan. Nanti insyaallah mungkin minggu depan ada sekitar 300-an yang kita aktivasi, minggu depannya lagi. Sehingga, 13 ribu ini kemudian mana yang memang belum perlu, ini kita sisir semua," jelasnya.

Selain itu, BGN juga akan memastikan kesiapan SPPG di lingkungan pondok pesantren.

Sudaryono menegaskan seluruh proses pembangunan dan operasional dapur dilakukan secara terbuka serta mengikuti sistem yang telah ditetapkan.

"Jangan sampai, mohon maaf, kadang-kadang pernyataan sedikit itu kemudian pemahamannya berbeda. Karena pemahamannya berbeda, ada oknum-oknum yang kemudian, mohon maaf, Pak Menko, menjajakan jasa di level bawah. Jadi saya pastikan kalau ada orang mengaku orangnya siapa pun kemudian bisa membantu, saya pastikan bohong. Jadi semua kita by system dan kita transparan semuanya," tegasnya.

BGN juga menempatkan wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sebagai prioritas pelaksanaan program MBG.

Menurut Sudaryono, daerah-daerah tersebut membutuhkan perhatian lebih agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

"Keputusan-keputusan sudah diambil. Yang jelas kita, yang ada sekarang ini ada 27 ribu sekian, kita lagi sisir termasuk penerima manfaat di sekolah mana, kita sisir semua, beres. Kemudian minggu depan mana yang kurang itu prioritas kita, daerah Papua, NTT, Nias, daerah-daerah yang jauh di Kepulauan Maluku Utara, Maluku, itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan," pungkasnya.* (d/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Panggil Pimpinan TNI ke Istana, Ini Program Strategis yang Dibahas
Diduga Lebih dari 16 Ribu Siswa di Tanjung Tiram Belum Nikmati Program MBG, DERAB Desak Pemerintah Percepat Realisasi
Bongkar Biang Kerok Keracunan MBG, BGN: Dapur Masak Kepagian karena Soal Disiplin
Nol atau Satu, BGN Pastikan Dapur MBG Tanpa Sertifikat SLHS Bakal Disetop Permanen
Bukan Cuma Semangka: Menkes Ungkap Bakteri E. Coli 'Bersembunyi' di Makanan MBG Papua-Semarang
Wawako Tanjungbalai Cek Langsung Program MBG di SMA Negeri 2, Pastikan Siswa Terima Makanan Bergizi Berkualitas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru