BREAKING NEWS
Kamis, 13 Agustus 2026

Jelang HUT RI, Stafsus Menhan Lenis Kogoya Desak TPNPB-OPM Hentikan Kekerasan dan Tinggalkan Wamena

gusWedha - Selasa, 11 Agustus 2026 22:46 WIB
Jelang HUT RI, Stafsus Menhan Lenis Kogoya Desak TPNPB-OPM Hentikan Kekerasan dan Tinggalkan Wamena
Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara, Lenis Kogoya. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Di tengah isu keamanan yang berkembang, Lenis juga mengimbau masyarakat di wilayah La Pago, Mee Pago dan sekitarnya agar tidak panik.

Ia meminta warga tetap menjalankan aktivitas secara normal dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

Menurut Lenis, pemerintah bersama tokoh adat memiliki tanggung jawab untuk menjaga situasi tetap aman sehingga pembangunan, pelayanan publik, pendidikan dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat terus berjalan.

Pesan tersebut sekaligus menjadi seruan agar masyarakat tidak terjebak dalam siklus kekerasan yang pada akhirnya dapat menimbulkan kerugian bagi warga sipil.

Bagi Lenis, penyelesaian persoalan Papua membutuhkan ruang yang aman bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan tanpa intimidasi maupun ancaman.

Karena itu, ia kembali meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperluas konflik.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, stabilitas keamanan di Papua menjadi perhatian penting. Aktivitas masyarakat dan berbagai agenda pemerintahan diharapkan dapat berlangsung tanpa gangguan.

Lenis berharap masyarakat di Wamena hingga wilayah adat lainnya di Tanah Papua tidak menjadi korban dari konflik bersenjata maupun kepentingan politik.

Ia juga menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan menjaga persatuan.

Menurut Lenis, pemerintah, tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat perlu terus membangun komunikasi untuk memastikan Papua tetap menjadi ruang kehidupan yang aman bagi seluruh warga.

Di tengah dinamika keamanan yang masih menjadi tantangan, Lenis menegaskan bahwa kekerasan terhadap masyarakat sipil harus dihentikan dan ruang kehidupan warga tidak boleh menjadi arena pertarungan kepentingan.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Asahan Apresiasi MTQ ke-40 Sumut, Perkuat Cinta Al-Qur’an dan Ukhuwah Islamiyah
8 Eks Anggota TPNPB-OPM di Papua Pegunungan Nyatakan Setia ke Indonesia, Serahkan Senjata
Kelompok OPM Pimpinan Kopi Tua Heluka Kabur Saat Patroli TNI, Puluhan Senjata Disita di Yahukimo
Dendam Lama Pecah Jadi Perang Suku di Wamena! 13 Nyawa Melayang, Ratusan Warga Mengungsi
KPK Usul Ketua Umum Parpol Dibatasi Dua Periode, Noel: Kok Lembaga Hukum Berpolitik
Noel Ebenezer Sebut Uang Rp 3 Miliar “Halal”, Ini Alasan yang Disampaikan di Sidang Tipikor
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru