BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

'Rumahnya Cuma Gubuk, Tapi Masih Tersenyum,' Prabowo Bicara Keramahan di Balik Kemiskinan Rakyat

Johan - Kamis, 13 Agustus 2026 18:28 WIB
'Rumahnya Cuma Gubuk, Tapi Masih Tersenyum,' Prabowo Bicara Keramahan di Balik Kemiskinan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto, saat meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) dan ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi kemiskinan yang masih dihadapi sebagian masyarakat Indonesia. Meski hidup dalam keterbatasan, Prabowo mengaku heran karena masyarakat yang berada dalam kondisi paling sulit masih mampu tersenyum dan menunjukkan keramahan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) dan ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

"Rakyat kita masih banyak yang miskin, yang luar biasa rakyat kita yang paling miskin pun masih bisa tersenyum. Mungkin bajunya hanya satu, satu setel, rumahnya hanya gubuk. Makanya saya tidak mengerti, masih bisa tersenyum," kata Prabowo.

Baca Juga:

Menurut Prabowo, keramahan merupakan salah satu karakter yang melekat pada masyarakat Indonesia. Ia menyebut sifat tersebut seolah menjadi bagian dari DNA bangsa Indonesia.

Namun, Prabowo menilai keramahan tersebut terkadang justru dipandang sebagai kelemahan oleh bangsa lain. Ia menyebut Indonesia sempat dianggap sebagai negara yang terlalu lunak dalam menghadapi berbagai persoalan.

"We are considered the soft state," ujar Prabowo.

"Kita dianggap sebagai negara yang lemah. Kita kadang-kadang lambat untuk menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan di kita," lanjutnya.

Prabowo kemudian menyinggung pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia. Menurut dia, kekayaan alam Indonesia sudah terlalu lama diambil dan diselundupkan sehingga manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Ia mengatakan Indonesia kini menghadapi berbagai tantangan dalam upaya menjadi negara maju. Karena itu, Prabowo meminta generasi muda memahami sejarah agar Indonesia tidak kembali menjadi korban dari kepentingan bangsa lain.

"Kaum muda, belajarlah sejarah. Bangsa yang tidak mengerti sejarah akan dihukum oleh sejarah. Kalau kita tidak mengerti bagaimana perilaku bangsa-bangsa lain terhadap kita, kita mungkin selalu akan jadi korban," tegasnya.

Prabowo juga menyoroti keberagaman yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa majemuk dengan berbagai suku, agama, serta bahasa daerah.

Meski memiliki banyak perbedaan, Prabowo menilai masyarakat Indonesia tetap mampu hidup berdampingan secara rukun dan tenteram.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Contoh Beijing, Prabowo Singgung Wacana Carbon Tax bagi Pengguna Motor Bensin
"Wiraswasta itu Bertempur," Prabowo Bandingkan Karakter Pengusaha dengan Tentara di Peluncuran Molinas
Prabowo Target Mobil Listrik Nasional Produksi Massal 2028, Kompleks Industri Disiapkan di Subang
"Bangsa yang Tak Mengerti Sejarah akan Dihukum Sejarah," Prabowo Ajak Anak Muda Belajar dari Masa Lalu
Penjualan Motor Listrik Masih Seret, Danantara Siapkan Skema DP 0 Persen
Molinas Resmi Meluncur, James Riady Langsung Komitmen Borong 20 Ribu Unit
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru