Dari 8 Persen Jadi 16,70 Persen, Rehabilitasi Pascabencana Medan Terus Dikebut
MEDAN Realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Medan meningkat dari 8 persen menjadi 16,70 persen. Pemerintah Kota M
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura (SGD) dalam amplop yang disebut diberikan Bupati Kuansing Suhardiman Amby kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Juprizal menyampaikan hal tersebut setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Ia diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan suap pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing yang menjerat Suhardiman Amby.
"Saya belum, enggak-enggak tahu," kata Juprizal saat ditanya mengenai selisih uang tersebut.Baca Juga:
Juprizal juga mengaku tidak mengetahui apakah uang dalam amplop itu memang sengaja disiapkan untuk diberikan kepada Raja Juli. Ia turut membantah pernah mengumpulkan uang untuk diberikan kepada pejabat Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
"Tidak, tidak," ujarnya.
KPK sebelumnya memeriksa Juprizal bersama Pj Sekda Pemkab Kuansing Fahdiansyah sebagai saksi. Pemeriksaan keduanya dilakukan di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan pemeriksaan tersebut. Menurutnya, kedua saksi diperiksa berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan suap pengisian jabatan Sekda Kuansing.
Di sisi lain, KPK masih menelusuri keberadaan uang 2.000 SGD yang menjadi selisih dari total uang yang sebelumnya disebut terkumpul.
Pelaksana Harian Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein mengatakan penyidik menemukan informasi bahwa uang yang dikumpulkan dari para petani melalui Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota koperasi unit desa (KUD) mencapai 14.000 SGD.
Namun, uang yang berhasil disita KPK terkait amplop tersebut hanya 12.000 SGD.
"Untuk Menhut, betul kita sudah menemukan 14.000 SGD hasil pengumpulan dari para petani-petani KUD di Kabupaten Kuansing. Tapi kemudian ada perbedaan jumlah 12.000 SGD yang kita sita," kata Taufik sebelumnya.
Ia mengatakan KPK masih menelusuri keberadaan 2.000 SGD tersebut. Penyidik juga tengah mencocokkan informasi mengenai jumlah uang yang sebenarnya berada di dalam amplop yang dibawa Suhardiman Amby.
MEDAN Realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Medan meningkat dari 8 persen menjadi 16,70 persen. Pemerintah Kota M
PEMERINTAHAN
MEDAN Persoalan biaya pendidikan masih membuat sebagian siswa yang telah menyelesaikan sekolah belum dapat membawa pulang ijazah mereka.
PEMERINTAHAN
MEDAN Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan membuka ruang evaluasi terhadap standar pelayanan publik melalui Forum K
PEMERINTAHAN
JAKARTA Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri Mashudi telah dit
NASIONAL
JAKARTA Sidang perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi kem
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mengatakan tim kuasa hukumnya telah menyiapkan sekitar 2.000 pertanyaan untuk mengg
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menegur tim hukum terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dalam sidang pembuk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa meminta jaksa penuntut umum (JPU) menunjukkan ijazah Joko Widodo yang menjadi baran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Nega
SOSOK