BREAKING NEWS
Senin, 17 Agustus 2026

Tsunami Capai 1,61 Meter di Reo, BMKG Ungkap Gempa M7,7 NTT Lebih Dangkal dan Merusak dari 1992

Dharma - Sabtu, 15 Agustus 2026 21:18 WIB
Tsunami Capai 1,61 Meter di Reo, BMKG Ungkap Gempa M7,7 NTT Lebih Dangkal dan Merusak dari 1992
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (Foto: Dok. BMKG)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Bedanya, gempa kali ini berpusat pada kedalaman yang jauh lebih dangkal, sehingga menimbulkan dampak kerusakan fisik yang relatif berat serta memicu tsunami yang terobservasi hingga pesisir Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara," jelasnya.

Berdasarkan peta intensitas guncangan, BMKG mencatat guncangan terkuat mencapai skala VII Modified Mercalli Intensity (MMI) di Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Riung, Kabupaten Ngada, serta Kota Ambai. Hasil observasi mikro juga mencatat guncangan kuat di kawasan Manggarai dan Ruteng.

Sementara itu, skala VI MMI tercatat di Wolowae, Nagekeo dan Kota Bajawa. Guncangan skala V MMI dirasakan di sejumlah wilayah lainnya di sekitar pusat gempa.

Untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana, BMKG menerjunkan tim ahli untuk melakukan survei mikrozonasi dan makroanalisis.

Tim BMKG Pusat bersama 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG se-NTT melakukan pemetaan di wilayah Ngada, Nagekeo, serta sejumlah titik rawan lainnya di Pulau Flores.

Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui karakteristik tanah serta respons wilayah terhadap guncangan gempa. Hasil analisis lapangan nantinya akan diserahkan kepada para pemangku kepentingan sebagai rujukan teknis dalam proses rekonstruksi dan penguatan struktur bangunan tahan gempa.

BMKG juga mengimbau masyarakat menggunakan informasi yang bersumber dari kanal resmi sebagai rujukan. Jaringan nasional BMKG saat ini didukung lebih dari 2.000 sensor kegempaan, termasuk 553 sensor seismograf yang tersebar di seluruh Indonesia.

BMKG terus berkoordinasi dalam penanganan bencana bersama BNPB, Basarnas, TNI-Polri, dan pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, warga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa serta terus mengikuti pemutakhiran informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG.* (d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Manggarai Terparah, Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 43 Orang, 5 Bandara dan RS Ikut Rusak
Kirim 7 Pejabat Pusat ke Labuan Bajo dan Maumere, Prabowo Percepat Penanganan Gempa NTT
Gempa M6,4 Guncang Simalungun Sore Ini, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
5 Bandara dan 2 Pelabuhan Rusak, Pemerintah Kerahkan SAR hingga TNI-Polri Tangani Gempa NTT
Dari Ruteng hingga Maumere, 8 Ruas Jalan Nasional NTT Tertutup Longsor, Kementerian PU Kebut Pembersihan
Kampung Halaman Diguncang Gempa M7,7, Gibran Kuatkan Semangat Paskibraka Asal NTT Jelang Bertugas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru