BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Serapan Baru 38,81 Persen, Pemkab Gayo Lues Perketat Evaluasi Dana Tambahan TKD Rp24,9 Miliar

Raman Krisna - Jumat, 21 Agustus 2026 19:25 WIB
Serapan Baru 38,81 Persen, Pemkab Gayo Lues Perketat Evaluasi Dana Tambahan TKD Rp24,9 Miliar
Tim Satgas PRR melakukan monitoring dan evaluasi terhadap langkah percepatan penyerapan TKD serta penanganan pascabencana di Kabupaten Gayo Lues, Kamis (20/8/2026). (foto: Dok Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GAYO LUES Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memperketat evaluasi kinerja Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk mempercepat pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp24,9 miliar.

Dana yang berasal dari dukungan pemerintah pusat tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan pascabencana, terutama melalui perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta berbagai layanan dasar masyarakat.

Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, realisasi keuangan tambahan TKD di Gayo Lues baru mencapai Rp9,6 miliar atau sekitar 38,81 persen.

Baca Juga:

Pemerintah kabupaten menargetkan seluruh anggaran dapat terserap hingga akhir tahun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten Gayo Lues Sukri mengatakan, anggaran yang telah direalisasikan saat ini digunakan untuk penanganan infrastruktur, terutama perbaikan akses jalan kabupaten.

"Untuk rinciannya itu adalah untuk rehabilitasi jalan, pembuatan jalan, dan satu lagi untuk konstruksi jalan," kata Sukri usai rapat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, Kamis (20/8/2026).

Sekretaris Daerah Gayo Lues Irwansyah meminta seluruh SKPK mempercepat realisasi anggaran.

Ia mengingatkan agar persoalan birokrasi tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Evaluasi dilakukan hampir setiap pekan karena waktu pelaksanaan anggaran 2026 semakin terbatas.

"Kami mengevaluasi hampir setiap minggu karena mengingat bulan sudah Agustus. Apabila nanti ada SKPK yang memang sengaja memperlambat ini, kami akan memberikan sanksi kepada SKPK tersebut," kata Irwansyah.

Evaluasi tersebut berlaku di seluruh lini pelaksana, mulai dari pimpinan perangkat daerah hingga staf dan bendahara.

Pemkab Gayo Lues ingin memastikan proses administrasi, pengadaan, hingga pelaksanaan pekerjaan berjalan secara bersamaan sehingga anggaran yang telah tersedia dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Setiap minggu kita mengadakan rapat percepat realisasi TKD yang telah diberikan oleh pemerintah pusat. Karena ini kegunaannya untuk masyarakat. Jangan sampai masyarakat kecewa. Kesalahannya ada sama pemerintah daerah termasuk sama SKPK terkait di Pemda Gayo Lues ini," ujar Irwansyah.

Percepatan penyerapan tambahan TKD tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian pembangunan dan pemulihan fasilitas publik.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan pengelolaan anggaran tetap akuntabel.

Pemkab Gayo Lues menargetkan tambahan TKD sebesar Rp24,9 miliar dapat terealisasi 100 persen pada Desember 2026.

Pemerintah daerah juga berupaya agar tidak terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dari dana tersebut.

Monitoring dan evaluasi bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR Sumatera) turut dilakukan untuk mengawal proses percepatan.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu Pemkab Gayo Lues mengidentifikasi berbagai hambatan di lapangan sekaligus memastikan tindak lanjut pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan waktu yang tersisa sekitar empat bulan hingga akhir tahun, Pemkab Gayo Lues kini dituntut memastikan tambahan dana pemerintah pusat tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar berubah menjadi pembangunan dan layanan yang dapat dirasakan masyarakat.* (ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Penanganan Sungai Terdampak Bencana di Padang Dipercepat, Tiga Sungai Jadi Prioritas
Rico Waas Minta CSR Perbankan Tak Sekadar Bantuan, Harus Tinggalkan Legacy untuk Medan
Pemko Medan Dorong Car Free Night Kesawan Jadi Magnet Wisata dan Penggerak UMKM
Kabut Asap Makin Parah, Malaysia Siapkan Jalur Ini ke Indonesia
Ketua Komisi VIII DPR Sentil Malaysia-Singapura soal Karhutla: Jangan Hanya Protes, Dia Juga Punya Kebun Sawit di Indonesia
Eks Menag Yaqut Bantah Perintahkan Fee Haji: Tidak Pernah Ada Perintah dari Saya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru